Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Joko Widodo saat berkemah di lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, belum lama ini. Foto: BPMI

Presiden Joko Widodo saat berkemah di lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, belum lama ini. Foto: BPMI

Dana Desa akan Diperbesar, Jokowi: Tuhan Belum Mengizinkan

Selasa, 29 Maret 2022 | 19:26 WIB
Lenny Tristia Tambun (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki rencana untuk meningkatkan anggaran dana desa lebih besar lagi. Namun sayangnya, rencana tersebut tidak terwujud, karena pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada awal 2020.

“Sebetulnya, kemarin kalau tidak ada Covid-19 di 2020, saya sudah berpikir akan menambah, melompatkan anggaran desa itu lebih gede lagi. Tapi, Tuhan belum mengizinkan,” kata Jokowi dalam acara pembukaan silaturahmi Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (29/3/2022).

Menurut dia, pemerintah fokus mengalokasikan anggaran dalam APBN untuk penanganan Covid-19 di tahun 2020 yang mencapai Rp 690 triliun. Jumlahnya makin meningkat di tahun 2021 yang mencapai Rp 740 triliun.

“Gede sekali. Sehingga dana seluruh kementerian juga kita potong, kemudian dana untuk desa juga sedikit kita potong, sedikit loh ya, sedikit kita potong, tidak banyak,” ujar Jokowi.

Baca juga: Jokowi Mengaku Tak Layak Menyandang Predikat Bapak Pembangunan Desa

Melihat kondisi pandemi Covid-19 yang sudah membaik dan terkendali, maka Jokowi menjanjikan anggaran dana desa akan dinaikkan pada tahun depan. “Nanti tahun depan, Insya Allah dikembalikan atau dinaikkan lagi,” ujar Jokowi.

Presiden mengungkapkan, hingga saat ini, dana desa yang sudah disalurkan mencapai Rp 468 triliun. Anggaran ini merupakan jumlah yang sangat besar sekali dalam sejarah keuangan sejak Indonesia berdiri.

“Desa diberikan anggaran sampai Rp 468 triliun itu belum pernah. Oleh sebab itu, hati-hati dalam mengelola, me-manage duit yang sangat besar sekali,” tegas Jokowi.

Mengenai permintaan Ketua Apdesi Surta Wijaya yang meminta adanya alokasi anggaran untuk operasional desa sebanyak 4-5%, Jokowi belum bisa menyetujuinya. Untuk awalnya, ia menyetujui hanya 3% dari dana desa dapat dialokasikan untuk operasional desa.

“Pak Surta minta kalau bisa 4-5% dari total anggaran. Ndak, ndak. Untuk yang pertama, ya saya berikan 3%. Nanti tahun berikutnya bisa ke 4 atau 5%. Ini tolong dicatat,” tukas Jokowi.

Baca juga: Belanja Barang/Jasa Baru Rp 2 T, Jokowi Tegur Nadiem Makarim

Mengapa hanya 3%, Jokowi mengungkapkan karena pemerintahan desa juga telah mendapatkan anggaran operasional dari pemerintah kabupaten. “Bapak ibu semuanya juga sudah dapat dari pemerintah kabupaten ya kan? Ini ada khusus untuk dana operasional untuk dana desanya,” ungkap Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menyadari kerja keras seluruh pemerintah desa yang telah merealisasikan pembangunan fisik di desa mereka, seperti embung dan irigasi. Semua pembangunan fisik tersebut menjadi penopang pertumbuhan ekonomi di desa, bahkan akan agregatkan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

“Embung, irigasi, jembatan pasar desa, bumdes, tambatan perahu, banyak sekali sudah saya cek satu per satu,” tutur Jokowi.

Namun, Jokowi meminta pemerintah desa tidak berpuas diri terhadap keberhasilan melakukan pembangunan fisik di desa. Ia mencontohkan, pembangunan jalan desa yang sudah mencapai 227.000 kilometer (km). Menurutnya, jalan desa yang sudah dibangun tersebut masih sedikit bila dibandingkan total jumlah desa di Indonesia yang mencapai 74.900 desa.

Baca juga: Jokowi Ancam Ungkap Kementerian dan Pemda Doyan Impor

“Artinya, itu baru 3 km per desa, kira-kira. Kan biasa dalam satu desa ada tambahan 3 km. tapi sebuah pekerjaan yang besar 3 km buat saya. Itu pun masih ada yang sangsi. Jadi masih banyak jalan-jalan di desa yang memang perlu dibangun dan diperbaiki. Utamakan jalan-jalan produksi yang menuju ke sawah, ke kebun, itu didahulukan,” terang Jokowi.

Kemudian yang berkaitan dengan kualitas hidup, ia melihat sudah banyak sekali pembangunan air bersih, Posyandu, Polindes, drainase, sumur, PAUD dan MCK yang telah dibangun dari dana desa. Menurutnya, pembangunan itu akan memperbaiki kualitas hidup dan sumber daya manusia dari masyarakat di pedesaan.

“Jangan ada yang menyangsikan betapa sangat bermanfaatnya dana desa yang telah kita kucurkan ke desa-desa. Dan itu sekali lagi memengaruhi pertumbuhan ekonomi di desa, mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Jokowi.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN