Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Eko Putro Sandjojo. Foto: IST

Eko Putro Sandjojo. Foto: IST

Dana Desa pada APBN 2019 Rp 826,77 Tiliun

ARK, Jumat, 22 Februari 2019 | 14:55 WIB

Sementara itu, alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) pada APBN Tahun 2019 yang ditetapkan sebesar Rp 826,77 triliun, telah terealisasi sebesar Rp 77,72 triliun (9,40%) di bulan pertama 2019. Realisasi penyaluran tersebut lebih tinggi Rp 2,91 triliun dibandingkan dengan penyaluran TKDD periode yang sama 2018 sebesar Rp 74,81 triliun (9,76%). Jumlah ini berasal dari realisasi Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Bagi Hasil (DBH), dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik, dan Dana Desa.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan, sebanyak 85% masyarakat Indonesia puas dengan program dana desa. Sejak 2015 sampai 2018, dana desa telah digunakan untuk membangun sepanjang 191.600 kilometer (km) jalan desa. Jika dirata-rata, maka setiap desa telah berhasil membangun sepanjang 2,5 km jalan desa per empat tahun terakhir, atau sepanjang 625 meter per tahunnya.

"Tingkat kepuasan masyarakat terhadap dana desa cukup tinggi. Kita lihat surveinya, bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap dana desa 85%. Salah satu yang tertinggi di kabinet," ujar Eko dalam keterangannya, Kamis (21/2).

Dana tersebut tidak hanya dipakai untuk jalan desa, namun juga dipakai untuk membangun ribuan infrastruktur dasar lainnya seperti MCK, Polindes, Posyandu, Jembatan, irigasi, dan PAUD. Menurutnya, tata kelola dana desa setiap tahun juga terus mengalami peningkatan.

"Sejak 2015, (jumlah) dana desa naik terus. 2015 penyerapannya 82%, di 2016 naik menjadi 97%, kemudian 2017 naik lagi menjadi 98%, dan tahun lalu penyerapannya 99%. Ini menunjukkan bahwa tata kelolanya baik," ujar Eko.

Proses pelaksanaan dana desa dilakukan dengan prosedur cukup ketat. Untuk pencairan misalnya, disalurkan melalui tiga tahap dengan ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi. Pengawasan dana desa juga dilakukan ketat, dengan melibatkan pihak kepolisian, kejaksaan, kementerian/lembaga terkait, dan satgas dana desa. Selain itu, masyarakat juga berpartisipasi mengawasi dana desa.

"(Pencairan dana desa) dilakukan melalui tiga tahap. Kalau sudah cair tahap pertama, tahapan berikutnya tidak akan cair kalau tahapan sebelumnya belum dilaporkan," kata Eko.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA