Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Kementerian BUMN. Foto: sp.beritasatu.com

Gedung Kementerian BUMN. Foto: sp.beritasatu.com

Dari Dana PEN Rp 641,17 Triliun, BUMN Dapat Dukungan Rp 149,293 Triliun

Triyan Pangastuti, (elgor)  Senin, 18 Mei 2020 | 18:21 WIB

JAKARTA- Anggaran untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp 641,17 triliun untuk mengurangi beban dunia usaha dan masyarakat pasca Covid-19 berakhir.

Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Media briefing Pemulihan Ekonomi Nasional, Senin (18/5), mengatakan dari dana tersebut di antaranya untuk Penyertaan Modal Negara (PNM) kepada BUMN total Rp25,27 triliun, terdiri dari  PLN Rp5 triliun, Hutama Karya Rp11 triliun, Bahan Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) Rp6,27 triliun, Permodalan Nasional Madani (PNM) Rp2,5 triliun, dan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Rp500 miliar.

Pemerintah juga memberikan dana talangan (investasi) untuk modal kerja kepada BUMN di antaranya untuk  Garuda Indonesia sebesar Rp8,5 triliun, Perumnas Rp650 miliar, PT KAI Rp3,5 triliun, PTPN Rp4 triliun, dan Krakatau Steel Rp3 triliun sehingga total Rp19,65 triliun.

“Untuk PEN juga mencakup pada BUMN yang juga terkena dampak Covid dan peranannya penting dalam perekonomian dan masyarakat. Pasalnya pandemi Covid-19 telah pengaruhi BUMN dari sisi supply, demand, operaisonal dan finansial,” jelasnya.

Selain itu ia mengatakan bahwa Covid-19 juga telah mengganggu kinerja BUMN dari sisi disrupsi rantai pasok yang (berlebih) sementra permintaannya merosot tajam, seperti transportasi, jalan tol dan operasional dan risk melonjak dan dari sisi finansialnya, pembayaran BUMN kepada pihak ketiga.

“Dampak Covid ini perlu segera tangani, sehingga BUMN mendapatkan dukungan. Sebab Covid-19 telah pengaruhi hajat hidup masyarakat, peran sovereign yang dijalankan BUMN dan exposure sistem keuangan, kepemilikan pemerintah signifikan dan total aset cukup signifikan,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk Perum Bulog  yang beroperasi logistik, akan mendapatkan dana talangan atau tambahan Rp 10,5  triliun, begitu juga dengan  Garuda Indonesia akan dapatkan dana talangan. Meskipun pemerintah memberikan dukungan pemulihan ekonomi kepada BUMN, namun jika ada BUMN yang tengah menghadapi masalah, dana yang digelontorkan kepada BUMN tidak berarti langsung menutupi permasalahannya

“Kalau ada BUMN, sedang hadapi masalah hukum, dana yang digelontorkan pemerintah tidak kemudian menutupi permasalahan mereka. Tapi perlu dilakukan  tata kelola dan akuntabilitas dan transpransi yang tinggi.  Baik kita libatkan BPKP, BPK dan KPK yang menyangkut dana talangan sehingga fungsi BUMN terjalankan dan tidak ada penayalahgunaan,” tegasnya.

Dengan demikian, total dukungan pemerintah kepada BUMN mencapai Rp 149,293 triliun dengan rincian sebesar Rp 104,38 triliun akan masuk dalam pembiayaan above the line, sementara Rp 44,92 triliun dalam bentuk bellow the line.

Tak hanya itu, pemerintah juga menempatkan dana di perbankan untuk restrukturisasi kredit UMKM sebesar Rp87,59 triliun tapi angka ini masih akan difinalkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Jadi total dana untuk penanganan dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang daam hal ini terkena dampak negatif Covid-19 mencapai Rp 641,17 triliun," tandasnya.   

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN