Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Darmin Nasution. Foto: IST

Darmin Nasution. Foto: IST

Darmin Apresiasi Penurunan Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk

Selasa, 16 Juli 2019 | 07:47 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengapresiasi penurunan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia atau gini rasio yang tercatat sebesar 0,382 pada Maret 2019.

"Apa yang sudah dicapai beberapa tahun ini, dimana pertumbuhan diiringi dengan penurunan gini rasio, itu suatu prestasi yang tidak semua negara bisa melakukannya," kata Jakarta, Senin malam.

Menurut dia, upaya menurunkan tingkat ketimpangan tidak semudah menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, apalagi bila suatu negara memiliki kinerja perekonomian baik.

Namun, ia mengatakan upaya meningkatkan kesejahteraan sosial makin lama bukan merupakan hal yang mudah seiring dengan makin rendahnya indikator tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk.

"Intinya makin lama bukan makin mudah, kalau makin tinggi tingkat kemiskinan, menurunkan tidak susah, tapi makin rendah, dia makin susah penurunannya jadi makin banyak yang harus disiapkan," ujarnya.

Untuk itu, ia mengatakan upaya menekan gini rasio terus dilakukan melalui program yang selama ini telah dilakukan pemerintah, salah satunya melalui kebijakan reforma agraria.

"Kita masih teruskan satu program untuk tanah dan program pemberdayaan untuk memperbaiki manajemen kegiatan ekonomi di pertanian," kata Darmin seperti dilansir Antara.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh gini rasio pada Maret 2019 turun 0,02 poin menjadi 0,382 dari 0,384 pada September 2018.

Tiga provinsi yang mempunyai gini rasio tertinggi tercatat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (0,423), Gorontalo (0,407), dan Jawa Barat (0,402).

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan angka gini rasio sejak Maret 2015 hingga Maret 2019 terus memperlihatkan tren penurunan, setelah pada periode 2012 hingga September 2014 mengalami fluktuasi.

Menurut Suhariyanto, kondisi ini menunjukkan bahwa selama periode Maret 2015-Maret 2019 terjadi perbaikan pemerataan pengeluaran di Indonesia. (gr)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN