Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Sri Mulyani. Foto: IST

Sri Mulyani. Foto: IST

LEBIH RENDAH DARI TARGET

Defisit APBN 2020 Hanya 6,09%

Rabu, 6 Januari 2021 | 16:04 WIB
Nasori dan Trian Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, realisasi defisit APBN 2020 tercatat Rp 956,3 triliun atau 6,09% dari produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut lebih rendah dari target sesuai Perpres 72/2020 yang ditetapkan sebesar Rp 1.039,2 triliun atau 6,34% PDB.

“Defisit (APBN 2020) dapat dikendalikan lebih rendah Rp 82,9 triliun dari Rp 1,039,2 triliun menjadi Rp 956,3 triliun,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers Realisasi Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2020 diselenggarakan secara virtual, Rabu (6/1). Angka-angka ini, kata Menkeu, masih bersifat sementara karena belum dilakukan audit.

Sri Mulyani merinci, defisit APBN sebesar Rp 956,3 triliun itu terjadi setelah pendapatan negara selama 2020 hanya terealisasi Rp 1.633,6 triliun atau 96,1% dari target. Sementara realisasi belanja negara mencapai Rp 2.589,9 triliun atau 94,6% dari target.

Menurut Menkeu, realisasi pendapatan negara 2020 yang sebesar Rp 1.633,6 triliun tersebut lebih rendah Rp 327 triliun (kontraksi 16,7%) dari tahun 2019 atau lebih rendah Rp 599,6 triliun dari target APBN 2020.

Sedangkan realisasi belanja negara yang mencapai Rp 2.589,9 triliun, menurut Menkeu, tercatat naik 12,2% dibanding 2019 yang Rp 2.309,3 triliun. “Realisi belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp 1.827,4 triliun menjadi penopang utama realisasi belanja negara. Selama 2020, belanja pemerintah pusat tumbuh hingga 22,1%,” pungkas Menkeu.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN