Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri ESDM Arifin Tasrif. Sumber:  BSTV

Menteri ESDM Arifin Tasrif. Sumber: BSTV

DEN Pastikan Perluasan Akses Energi ke Pelosok Indonesia

Rabu, 16 Juni 2021 | 08:36 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah melalui Dewan Energi Nasional (DEN), berkomitmen memperluas dan memperbaiki akses energi ke seluruh masyarakat Indonesia, terutama ke daerah-daerah pedalaman.

“Ini sedang berlangsung dilakukan. Pemerintah merespon penyediaan energi ke daerah-daerah yang selama ini belum terjangkau,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) Arifin Tasrif.

Salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi hambatan akses energi tersebut melalui konversi pembangkit listrik berbasis solar ke gas. Langkah ini juga merupakan strategi pemerintah untuk menekan tingginya angka impor bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, pasokan gas akan berasal dari kilang gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) di Bontang, Kalimantan Timur, Proyek Tangguh di Bintuni, Papua Barat, atau Proyek Masela.

“Program ini akan memanfaatkan gas alam kita, terutama untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Indonesia Timur,” jelas Arifin.

Adanya infrastruktur gas di Timur Indonesia, lanjutnya, diharapkan memudahkan transportasi ke wilayah yang akan mendapatkan akses energi. Selain itu, identifikasi dan implementasi sumber energi baru terbarukan di masing-masing wilayah juga menjadi salah satu pertimbangan mengatasi kesenjangan energi.

Ke depannya, pemerintah bakal fokus program konversi BBM ke energi listrik. Kondisi ini sesuai tuntutan global akan energi bersih. Salah satu tantangan yang tengah dihadapi adalah penetapan pajak karbon sehingga menjadi tekanan tersendiri bagi industri dalam negeri.

“Konversi BBM ke Listrik ini harus suatu menjadi program yang sungguh-sungguh kita laksanakan. Dengan memberikan insentif dengan perpajakan. Karena listrik ini dihasilkan dari produk dalam negeri, kita tidak impor. Itu yang perlu kita prioritaskan, kita buatkan roadmap yang terukur ke depannya,” tutur Arifin.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN