Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Mardiasmo. Foto: IST

Mardiasmo. Foto: IST

Desa Berpeluang Jadi Kekuatan Utama Pemulihan Ekonomi Nasional

Minggu, 27 September 2020 | 23:58 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Wakil Menteri Keuangan periode 2014-2019 Mardiasmo mengatakan desa berpeluang menjadi kekuatan utama dalam pemulihan ekonomi nasional di masa Covid-19 dengan kembali fokus pada pembangunan daerah.

Ia mengatakan untuk mewujudkan desa sebagai kekuatan perekonomian nasional pasca-Covid dibutuhkan gotong royong seluruh elemen untuk menciptakan inovasi. Oleh karena itu, perlu kembali pada jati diri bangsa sebagai negara agraris.

“Jadi ini kita ingin dengan pandemi ambil hikmah kapitalisasi yang terjadi kembali ke jati diri roh perople base dan resourcse base dan pembangunan dari bawah dari daerah dan pembangunan dari desa,”tuturnya dalam diskusi Kagama inkubasi Bisnis XIV, Pemulihan Ekonomi Indonesia di Masa Pandemi, Minggu (27/9).

Ia mengatakan bahwa ada tiga fokus program pemulihan ekonomi di desa dialokasikan melalui Dana Desa dengan anggaran Rp 71,2 triliun sesuai Perpres 72/2020  yang dibagi pada tiga fokus yakni  melalui Dana tanggap Covid-19, aman Covid dan padat karya tunai (PKT).  Dengan demikian, dukungan pada Desa dapat menjadi solusi terkait pembangunan ekonomi yang berasal dari bawah.

“Bukan top down, top berikan fasilitas instrumen  ekonomi  gerakkan ekonomi di masyarakat bawah ekonomi di daerah,”ujarnya.

Kemudian adanya social engineering  yang meningkat untuk menggerakkan roda perekonomian di desa dengan  empowering seperti karang taruna dan pemberdayaan kelompok-kelompok (PKK).

Di sisi lain stimulus  penempatan dana di perbankan melalui Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebesar Rp11,5 triliun diperuntukan  untuk kredit modal kerja bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) .

“Supaya penyaluran kredit dipermudah jika jaminan ultra mikro tanpa jaminan ini kredit produktif tidak konsumtif, kredit konsumtif jadi engine of growth di daerah jadi ukuran keberhasilan pemulihan ekonomi  di daerah. Sehingga bisa memutar roda ekonomi  dengan cara wirausaha,”tuturnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN