Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ignasius Jonan. Foto: IST

Ignasius Jonan. Foto: IST

Di Luar Jadwal, Menteri Jonan Mampir ke STKIP Ruteng

PD, Senin, 13 Mei 2019 | 22:35 WIB

RUTENG - Di luar jadwal dan padatnya acara kunjungan kerja ke Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk meresmikan titik ke-132 BBM satu harga di Kecamatan Poco Ranaka, Manggarai Timur, Jumat (10/5), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyempatkan diri mampir di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) St Paulus Ruteng. Sekitar 30 menit ia berdialog dengan para mahasiswa di Aula Keuskupan Ruteng.

“Sebagai mahasiswa, jangan cepat puas dan jangan cepat putus asa dalam belajar,” pesan Jonan.

Ia mengimbau para mahasiswa untuk mempersiapkan diri dengan baik agar kelak menjadi manusia yang berguna bagi manusia lain. Setiap mahasiswa harus punya semangat untuk membangun bangsa.

Indonesia, kata Menteri ESDM, adalah negara kesatuan. Pemerintah kini tengah berusaha untuk memperkuat tali persatuan bangsa. Karena, bangsa ini sangat pluralistis dalam suku, ras, agama, bahasa, dan budaya. Tali persatuan itu adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang hingga Marauke, Mangias sampai Rote.

Untuk mewujudkan keadilan social itu, pemerintah mewujudkan BBM satu harga yang pada Jumat (10/5) sudah mencapai 133 titik. Kecamatan Poco Ranaka adalah titik ke-132 dan pada hari yang sama ada peresmian titik ke-133 BBM satu harga di Maybart, Papua Barat. Sedangkan, di bidang kelistrikan, pemerintah terus berusaha agar setiap rumah tangga mendapat penerangan listrik.

Menurut Jonan, banyak orang tidak tahan menghadapi kenyataan. Begitu gagal, mereka putus asa. “Bagi yang gagal dan menderita, yakinlah bahwa Tuhan sudah memberikan jalan bagi setiap orang. Tuhan tak pernah memberi beban melebihi kemampuan manusia,” papar Jonan.

“Saya tak mau berkhotbah, ya. Untuk melihat apa yang sudah dikerjakan pemerintah, simaklah video berikut,” ujar Menteri. Video berdurasi lima menit itu menjelaskan semua capaian pemerintah di bidang energi, terutama dalam mewujudkan keadilan sosial.

Dalam keterbatasan waktu, Menteri Jonan melayani dua pertanyaan mahasiswa. Dua mahasiswa secara begiliran maju ke depan untuk bertanya. Dua pertanyaan yang diajukan adalah isu lokal. Tidak ada pertanyaan tentang kebijakan pemerintah di bidang ESDM yang menjadi tugas pokok Menteri Ignasius Jonan.

Mahasiswa meminta pandangan Menteri soal hibah 2 ha lebih tanah Pemda Manggarai di Kecamatan Reo kepada Pertamina. “Pertamina kan perusahaan yang bermotif profit. Kenapa pemda harus menghibahkan tanah itu kepada perusahaan untung. Mengapa bukan jual-beli?” Tanya mahasiswa.

Nicke Widyawati. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU
Nicke Widyawati. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

 

Atas permintaan Menteri Jonan, Dirut Pertamina Nicke Widyawati yang ikut dalam rombongan untuk menjawab pertanyaan tentang isu lokal itu. Lahan itu sudah dipakai Pertamina lebih dari 40 tahun. Karena sudah menjadi pusat kegiatan Pertamina untuk melayani rakyat Manggarai, Bupati Manggarai Kamelus Deno menghibahkan lahan itu kepada Pertamina. Meski ditentang DPR dan sejumlah ormas, Deno tetap pada keputusannya.

Menurut Nicke, tak ada masalah Pertamina dengan lahan hibah itu, karena pemda yang menghibah, Pertamina menerima. Tetapi, kalau harus ada ganti rugi, Pertamina pun siap. Di mana pun beroperasi, Pertamina selalu mengedepankan kepentingan rakyat. “Demi rakyat, Pertamina bukan ganti rugi, tetapi ganti untung,” ujar Dirut Pertamina.

Ketua STKIP St Paulus Ruteng Romo Yohanes S Lon meminta Pertamina untuk menyisihkan sebagian dana corporate social responsibility (CSR) untuk membangun STKIP. Merespons permintaan Ketua STKIP itu, Wakil Gubernur NTT Yosef Nae Soy mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti permintaan itu. Ia yakin, Pertamina dan BUMN lainnya memberikan perhatian terhadap pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal, seperti NTT, dengan menyisihkan sebagian dana CSR.

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN