Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Stok beras. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Stok beras. Foto ilustrasi: SP/Joanito De Saojoao

Di Masa Pandemi, Ekspor Pertanian Tetap Tumbuh

Ridho Syukra, Rabu, 3 Juni 2020 | 13:27 WIB

JAKARTA, investor.id - Di tengah perlambatan ekonomi nasional karena pengaruh virus Corona, kinerja sektor pertanian justru membaik dan sektor pertanian menjadi satu -satunya sektor yang menyelamatkan perekonomian Indonesia.

Berdasarkan data BPS, ekspor pertanian menunjukkan kinerja yang baik dimana pada bulan April 2020, ekspor pertanian mencapai US$ 0,28 miliar atau tumbuh 12,66% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu year on year.

BPS juga merilis data inflasi pada Mei 2020 dan berada pada tingkatan 0,07% dan termasuk inflasi rendah, penyebab inflasi rendah adalah ketersediaan pangan pada hari lebaran mencukupi.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pada periode Januari-April 2020, ekspor non migas Indonesia didominasi oleh ekspor lemak dan minyak hewan/nabati sebesar US$ 6,25 miliar.

Suhariyanto. Foto: IST
Suhariyanto. Foto: IST

Sektor pertanian mempunyai peran yang cukup besar terhadap kinerja ekspor nasional, disamping itu, upah nominal buruh tani juga mengalami kenaikan.

Tercatat secara month to month upah nominal pada April 2020 naik sebesar 0,12% dari bulan sebelumnya 55,254 menjadi 55,318.

Guru Besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Muhammad Firdaus juga menegaskan bahwa kondisi ketersediaan pangan pokok secara kumulatif mencukupi meskipun belum merata.

“Masing masing wilayah punya keunggulan dan kapasitas produksi, ketersediaan dan distribusi harus menjadi fokus utama untuk mendorong kinerja pertanian,” ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Rabu (3/6).

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memastikan ketersediaan pangan khususnya 11 komoditas pangan.

Berbagai terobosan sudah disiapkan untuk menjamin stok dan kelancaran distribusi pangan ke masyarakat.

Di masa pandemi ini, sektor pertanian juga mampu meningkatkan daya beli petani, BPS mencatatkan Nilai Tukar Petani pada subsektor peternakan mengalami kenaikan sebesar 0,27% atau 96,66 pada bulan Mei 2020. Selain itu subsektor perikanan naik sebesar 0,41 atau dari 98,70 menjadi 99,11.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN