Menu
Sign in
@ Contact
Search
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Di Tengah Ancaman Resesi Global, Menkeu: Ekonomi Indonesia Masih Tangguh

Kamis, 29 September 2022 | 16:16 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Sejumlah lembaga memproyeksi kondisi perekonomian global tahun 2023 akan terjebak dalam jurang resesi akibat ketidakpastian global yang terus meningkat mulai dari inflasi yang diproyeksi masih tinggi hingga arah kebijakan suku bunga acuan Bank Sentral di sejumlah negara. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan terus mencermati perkembangan yang sangat dinamis di seluruh dunia. Utamanya, negara-negara yang memiliki peran besar dalam perekonomian dunia seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Tiongkok yang akan mempengaruhi seluruh dunia. Ia pun menyebut ekonomi Indonesia masih tangguh. 

Baca juga: Menkeu Janji Genjot Sisa Belanja Pusat dan Daerah di Kuartal IV

"Negara-negara terbesar dunia dalam suasana dan proses penyesuaian yang tidak mudah. Ini akan memberi dampak ke seluruh dunia dan mungkin memberi dampak pada Indonesia," ucap Menkeu saat ditemui di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (29/9/2022).

Meski demikian, berbagai risiko tersebut akan terus diantisipasi pemerintah kedepan. Untuk kuartal IV 2022, Menkeu optimistis belanja pemerintah dapat turut menopang pertumbuhan ekonomi.

Proyeksi kinerja ekonomi yang tetap kuat di kuartal IV ini mengacu dari berbagai indikator ini hingga kuartal III yang melanjutkan tren penguatan mulai dari  konsumsi rumah tangga, kinerja ekspor, serta investasi yang mulai pulih.

Baca juga: Menkeu: Pemulihan Ekonomi Makin Kuat

"Untuk 2022 kami perkirakan sampai dengan akhir tahun pertumbuhan kita masih cukup resilient," ucapnya.

Ditengah risiko perlambatan ekonomi global di tahun depan, maka pemerintah berkomitmen tetap menjaga resiliensi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebagai shock absorber. Dalam hal ini pemerintah tetap menjaga sisi permintaan yakni  daya beli masyarakat, dunia usaha. Sementara itu, sisi  stabilitas harga pemerintah akan bergerak dengan tim pengendali inflasi di pusat dan daerah.

"Domestik demand kita harus tetap terjaga, konsumsi berkaitan daya beli harus dijaga secara sangat hati-hati, pertumbuhan kredit dunia usaha sudah meningkat itu semuanya bisa menciptakan pekerjaan, income dan daya beli. Ini semuanya adalah cara kita, dan kita menggunakan tools APBN dan bekerja sama dengan BI untuk terus menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dan mendorong pemulihannya," pungkasnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com