Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengamat energi Komaidi Notonegoro. Foto; IST

Pengamat energi Komaidi Notonegoro. Foto; IST

Diapresiasi, Langkah PLN Tingkatkan Rasio Elektrifikasi

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 21:43 WIB
Ester Nuky ,Rangga Prakoso (rangga.prakoso@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  –  Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, ia mengapresiasi langkah PLN dalam meningkatkan rasio elektrifikasi dari tahun 2008 sekitar 70% menjadi lebih dari 90% saat ini.

Peningkatan rasio elektrifikasi itu menjadi tugas berat PLN bila menggunakan kacamata bisnis.

“Pasalnya, semakin ke timur wilayah Indonesia, dibutuhkan investasi yang semakin mahal karena tantangan geografis yang luar biasa,” . ujarnya dalam diskusi Zooming With Primus bertajuk Melistriki Indonesia, yang ditayangkan live di BeritaSatu TV pada Kamis (30/7/2020).

Hadir pula sebagai narasumber adalah Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Bob Saril, serta  Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi. Sedangkan sebagai moderator adalah Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu.

Diskusi Zooming with Primus -Melistriki Indonesia live di Beritasatu TV, Kamis (30/7/2020). Sumber: BSTV
Diskusi Zooming with Primus -Melistriki Indonesia live di Beritasatu TV, Kamis (30/7/2020). Sumber: BSTV

Perlu dibantu menjual

Sementara itu, Tulus Abadi mengkritisi formula rasio elektrifikasi. Dia meminta pemerintah transparan dalam definisi rasio elektrifikasi. Pasalnya, menurut dia, banyak desa yang memiliki tingkat rasio elektrifikasi tinggi namun faktanya hanya beberapa rumah saja yang terlistriki.

“Listrik masih terkonsentrasi di sistem yang besar. Yang sekarang harus kita bantu bagaimana PLN menjual listrik,” ujarnya.

Tulus juga mengatakan, secara umum pelayanan ketenagalistrikan di Indonesia sudah memperlihatkan peningkatan signifikan dari sisi aksesibilitas, sehingga meningkatkan rasio elektrifikasi. Namun dari sisi keandalan, hal ini masih harus terus ditingkatkan.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi. Foto: IST
Ketua Harian YLKI Tulus Abadi. Foto: IST

“Dari sisi keandalan, kita harus akui di Pulau Jawa atau di tempat yang sistem listriknya sudah bagus, itu memang keandalannya sudah oke. Tidak ada cerita konsumen mengalami pemadaman listrik akibat kekurangan pasokan. Tetapi kalau kita bicara sistem kelistrikan yang kecil di luar Pulau Jawa, apalagi di isolated area, itu kan masih banyak daerah-daerah yang mengalami padam listrik karena kurang pasokan. Artinya, pekerjaan rumahnya masih banyak,” kata Tulus Abadi.

Tulus mengungkapkan, pihaknya masih menerima pengaduan terkait dengan pemadaman listrik. Dia menyebut di daerah Nusa Tenggara terjadi pemadaman akibat kurang pasokan listrik. Kemudian, dia juga menyoroti surplus pasokan listrik di beberapa wilayah. Kelebihan pasokan itu disebabkan oleh tidak ada yang menyerap daya dari pembangkit listrik. Pasalnya, sektor industri dan bisnis mengalami penurunan.

“Ini tantangan berat bahkan di Nias mengatakan bangun listrik kami maka investor datang. Tapi ternyata investor tidak datang dan listrik tidak laku,” katanya.

Segmentasi pelanggan PLN
Segmentasi pelanggan PLN

Menanggapi hal itu, Bob Saril menegaskan tidak ada defisit pasokan listrik. Dia pun menjelaskan surplus daya di beberapa sistem memang mencapai 30-40%. Namun dia menyebut hal tersebut merupakan bentuk keandalan listrik.

“Dengan surplus daya itu maka bila terjadi pemadaman tak terencana atau pemeliharaan sistem kelistrikan maka ada penggantinya. Selain itu, kelebihan daya tersebut guna mengakomodir pertumbuhan ekonomi. Semua daerah cukup tapi kecukupan ada spare-nya,” jelas Bob.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN