Menu
Sign in
@ Contact
Search
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman. Foto: IST

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman. Foto: IST

Diminta Perkuat Koordinasi, BI Sebut Inflasi Berpotensi ke 6,5%

Rabu, 28 September 2022 | 12:04 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman memproyeksikan inflasi tahun ini mencapai 6,5%. Kenakan ini dipicu peningkatan harga pangan baik dalam negeri maupun luar negeri serta kenaikan harga BBM bersubsidi.

Oleh karena itu, ia meminta semua pihak terus memperkuat koordinasi dan mewaspadai berbagai faktor untuk dapat mengendalikan lonjakan inflasi. "Kita harus waspadai, ekspektasi inflasi dengan kenaikan harga BBM akan mendorong naiknya tarif angkutan yang juga akan mempengaruhi harga pada keranjang core. Ini sebabkan ekspektasi inflasi meningkat akhir tahun 6,5%, jauh lebih tinggi dari target inflasi keputusan pemerintah dan BI sebesar 3 plus minus 1%"ucapnya dalam Diskusi Publik Memperkuat Sinergi untuk Menjaga Stabilitas Perekonomian, Rabu (28/9).

Baca juga: BI Perkirakan Inflasi September 2022 Capai 1,1%

Aida menjelaskan, komponen pangan bergejolak (volatile food) dari hortikultura turut menyumbang peningkatan inflasi dikarenakan faktor cuaca yang tidak kondusif. Selain itu, kenaikan harga komoditas pangan dipicu kendala dari sisi produksi barang antara waktu dan wilayah.

"Contohnya cabai merah besar dan cabai rawit betapa pasokan antara bulan tidak merata dan juga kelihatan perbedaan gap produksi yang terkadang rendah dan tinggi ini terjadi tahun ini. Sebelum Agustus produksi cabai alami penurunan sangat tinggi sehingga  harga alami peningkatan"tegasnya.

Aida menjelaskan bahwa BI berkomitmen untuk menjaga strategi pengendalian inflasi, tidak hanya menjaga suplai dan demand atau core inflation. Namun yang lebih penting mengendalikan volatile food.

Baca juga: Fed Bisa Hindari Sakit Mendalam dalam Pertarungan Inflasi
"Kami bersyukur sudah punya tim pengendali inflasi pusat dan tim pengendali inflasi daerah yang tersebar di 542 kabupaten, kota dan provinsi"ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memproyeksi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada September 2022 berpotensi mengerek inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada tahun ini tembus 6 persen (yoy).

Kenaikan harga BBM akan memberikan dampak second round effect terhadap kenaikan tarif angkutan umum hingga permintaan barang lainnya. Oleh karena itu, kenaikan inflasi akan meningkat tinggi pada September. Adapun pemerintah baru menerapkan penyesuaian harga BBM sejak (3/9) lalu.

Baca juga: Suku Bunga Acuan Naik, BKF Sebut Keputusan Tepat

"Penyesuaian harga BBM, khususnya Pertalite dan Solar tidak hanya berdampak langsung tetapi juga tidak langsung. Sehingga akan terjadi second round effect yang berlangsung 3 bulan dan karenanya kemungkinan inflasi akan meningkat"ucapnya dalam Konferensi Pers RDG, Kamis (22/9).

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com