Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Photo/Mohammad Defrizal

Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Photo/Mohammad Defrizal

NET INCOME BUMN MELONJAK 333%

Direksi BUMN Pangan yang Tak Ikut Transformasi bakal Diganti

Kamis, 21 Oktober 2021 | 12:01 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Menteri BUMN Erick Thohir fokus menyoroti BUMN sektor pangan selama setahun ke depan untuk mengawal transformasi atau perbaikan ekosistem di sektor tersebut. Karena itu, Erick menegaskan bahwa jajaran direksi BUMN pangan yang tidak mengikuti transformasi bakal dibongkar dan diganti.

“Saya akan sangat serius memantau pangan selama setahun ke depan. Dan mohon maaf bagi yang tidak ikut transformasi, pastinya akan saya bongkar dan saya ganti,” kata Erick dalam grand launching produk pangan dan non pangan yang digelar PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Selasa (19/10).

Ia menegaskan, penggantian sudah banyak terjadi di tubuh BUMN sehingga pembicaraan ini bukanlah ‘kaleng-kaleng’.

“Penggantian dilakukan bukan atas dasar suka atau tidak suka, tetapi lebih kepada hasil kinerja,” tegasnya.

Karena itu, dirinya akan terus mengawal sektor pangan dan memastikan PT RNI menjadi supply chain pangan yang berorientasi pasar bukan sebagai stabilisator. Sebab, yang bertindak sebagai stabilisator adalah Bulog. Apalagi, saat ini sudah terbit Undang-undang Badan Pangan Nasional.

Sinergitas antarsesama BUMN juga harus terus dibangun termasuk membangun kerja sama dengan pihak swasta. Hal-hal inilah yang ingin Erick dorong bahwa program-program BUMN terus mendekat dengan rakyat baik di tingkat UMKM, human capital, pembangunan lapangan kerja, dan lain-lain.

“Karena itu saya sangat berharap Program Makmur (inisiasi PT Pupuk Indonesia (Persero)) menjadi sukses,” ujar mantan bos klub sepakbola Inter Milan itu.

Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Photo/Mohammad Defrizal
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Photo/Mohammad Defrizal

Itulah mengapa, perbaikan ekosistem ini menjadi penting Salah satu buktinya terlihat dari Program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani/ PNM (Persero). Dalam satu setengah tahun saja, ibu-ibu yang tergabung di program tersebut mampu meningkatkan 5,2 juta nasabah di mana satu ibu bisa mempekerjakan satu orang.

Alhasil, sebanyak 5,2 juta job creation terjadi di tengah pandemi Covid-19.

Sedangkan melalui Program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat), Erick juga ingin memastikan para petani mendapat pupuk tepat waktu, bibit yang bagus, serta pendampingan pembiayaan dan off taker. Karena itu, dia meminta PT RNI (Persero) bekerja sama dengan pihak swasta.

Untuk itu, dia mengajak jajaran direksi dan komisaris yang khususnya bergabung di RNI pangan untuk terus melakukan perbaikan agar ekosistemnya menjadi lebih baik, termasuk tidak ada lagi raja-raja kecil.

Wong swastanya mau bekerja sama, masa di antara kitanya sulit,” tutur orang nomor satu di Kementerian BUMN ini.

Maka dari itu, lanjut dia, transformasi BUMN bukan sekadar banner, tetapi hasil transformasi ini kini betulbetul sudah terlihat. Secara korporasi, selama pandemi Covid-19 BUMN telah berkontribusi sebesar Rp 377 triliun. Begitu pula dengan revenue penjualan yang meningkat sebesar Rp 96 triliun.

Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Photo/Mohammad Defrizal
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Photo/Mohammad Defrizal

Selain itu, pada semester I-2020 BUMN juga memiliki net income sebesar Rp 6 triliun. Kemudian secara kumulatif selama setahun lalu menjadi Rp 13 triliun.

Sedangkan pada semester I-2021, ungkap Erick, net income BUMN melonjak menjadi Rp 26 triliun. Pencapaian tersebut melonjak 333,33% secara year on year (yoy).

“Kita pastikan, akan kita ikuti satu per satu. Transformasi human capital juga akan terus kita dorong. Tidak mungkin Komisi Aparatur Sipil Negara (Komisi ASN) memberikan penghargaan kepada BUMN kalau bohongbohongan,” ujarnya.

Menurut dia, Komisi ASN sangat transparan dalam menilai 34 kementerian dan 500 lembaga pemerintah.

“Kita masuk Top 1 bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Prestasi yang tidak pernah Kementerian BUMN dapatkan selama belasan tahun,” tutur Erick.

Dengan demikian, dia berharap, transformasi ini dapat terjadi. Apalagi, Presiden Joko Widodo juga sangat menekankan bahwa tranformasi di BUMN saat ini sudah jauh berbeda dengan yang dilihatnya tujuh tahun lalu.

“Jadi, di ulang tahun RNI yang ke- 57 dan di tengah pandemi Covid-19 ini merupakan saat yang tepat untuk bangkit. Saya harapkan, ayo kita satukan hati untuk lakukan perubahan di ekosistem pangan sehingga impactfulnya bisa merata,” tutup Erick.

Lalui Tantangan Berat

Toto Pranoto dalam peluncuran buku Reinventing Indonesia, Menata Ulang Bangsa di Beritasatu Plaza, Rabu (23/9/2020). (Foto: Beritasatu/Primus Dorimulu)
Toto Pranoto  Foto: Beritasatu/Primus Dorimulu

Menanggapi transformasi di Kementerian BUMN, pengamat BUMN Toto Pranoto menilai, Kementerian BUMN telah melalui tahun 2020 dengan tantangan berat akibat pandemi Covid-19 yang berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Menurut dia, laba konsolidasi BUMN pada 2020 hanya sekitar Rp 30 triliun. Angka itu jauh menurun bila dibandingkan dengan 2019 yang masih bisa menghasilkan laba sebesar Rp 124 triliun. Karena itu, pemulihan BUMN melalui serangkaian langkah restrukturisasi menjadi wajib dilaksanakan.

Selain itu, pembentukan holding BUMN juga diharapkan bisa meningkatkan daya saing BUMN.

“Intinya, harus ada value creation yang signifikan, sehingga nilai holding lebih besar dibandingkan nilai masing-masing BUMN stand alone,” kata Toto kepada Investor Daily, Rabu (20/10).

Misalnya, holding MIND ID yang berpotensi besar untuk masuk sebagai pemain global di bidang mining. Proses akuisisi Freeport, Vale, dan intensifikasi ke produk hilir, dinilai Toto, juga akan meningkatkan value MIND ID secara signifikan.

“Jadi, jangan sampai pembentukan holding justru melemahkan posisi daya saingnya,” imbuhnya.

Adapun terkait kebijakan BUMN yang akan fokus pada sektor pangan, Toto mencermati, hal tersebut sebagai sesuatu yang sudah seharusnya. Pasalnya, sektor pangan termasuk salah satu unsur ketahanan nasional.

“Jadi, kalau BUMN harus kuat di sini, memang sudah seharusnya,” tutur dia.

Apalagi, sektor pangan dari hulu hingga hilir kinerjanya tidak bagus. Di sisi hulu, persoalan utamanya menyangkut daya saing on farm dan off farm yang tidak kompetitif. Banyak kebun dengan tanaman yang sudah tua dan pabrik processing (seperti pabrik gula) yang juga sudah tua dan tidak efisien.

Untuk itu, diperlukan revitalisasi total. Sedangkan di sisi hilir terkait pengelolaan logistik, juga perlu sinergi di antara beberapa pelaku bisnis BUMN dan investasi besar di sektor Informasi Teknologi (IT) dan gudang modern agar dapat bersaing di masa depan. (jn)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN