Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Serangkaian tes ground run pengujian bahan bakar pesawat terbang berbasis bahan bakar nabati (bioavtur) J2,4 oleh PT Dirgantara Indonesia (DI) berlangsung normal tanpa gangguan. (sumber : doc. Kementerian ESDM)

Serangkaian tes ground run pengujian bahan bakar pesawat terbang berbasis bahan bakar nabati (bioavtur) J2,4 oleh PT Dirgantara Indonesia (DI) berlangsung normal tanpa gangguan. (sumber : doc. Kementerian ESDM)

Dirgantara Indonesia Sukses Uji Coba Bioavtur Pesawat Terbang

Selasa, 7 September 2021 | 08:33 WIB
Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Serangkaian tes ground run pengujian bahan bakar pesawat terbang berbasis bahan bakar nabati (bioavtur) J2,4 oleh PT Dirgantara Indonesia (DI) berlangsung normal tanpa gangguan. Bioavtur ini merupakan produksi PT Pertamina (Persero) bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Rangkaian tes ground run ini terdiri dari uji variasi kekuatan mesin (engine power) hingga diperoleh data sampai setting engine power. Setelah itu, dicoba juga respon dari mesin pada pada saat pilot melakukan perubahan kekuatan mesin, baik secara perlahan lahan maupun secara cepat. Terakhir adalah uji perubahan dari kekuatan mesin, di mana mesin yang sudah diakeselerasi kemudian akan dipaksa untuk akselerasi secara tiba tiba.

Kapten Adi Budi Atmoko yang merupakan pilot pesawat uji, mengatakan bahwa pengetesan ground run berlangsung sekitar 20 menit dan menghabiskan bahan bakar sebanyak 50 liter. Tes dimulai dengan menghidupkan mesin sebelah kanan yang sudah diisi bioavtur, diikuti dengan mesin sebelah kiri. Proses ini berjalan normal tanpa ada masalah.

Ditambahkannya, masalah juga tidak terjadi setelah dilakukan uji kekuatan, dari flight idle hingga kekuatan penuh. “Terbukti hingga sampai tekanan maksimum semuanya berjalan lancar tidak ada masalah di engine, tidak ada ‘batuk-batuk’ seperti jika terjadi sesuatu kontaminasi terhadap engine, tetapi ini lancar semua tidak ada masalah,” kata Adi sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Selasa (7/9).

Demikian juga dalam tes berikutnya di mana dilakukan akselerasi dan deselerasi, tidak timbul masalah apapun. Dalam tes ini, jelasnya, mesin digeser dari posisi power idle hingga maximum power, dan dikembalikan lagi ke power idle secara moderat dan cepat. Hasilnya, tidak ada masalah mesin flim out dan ‘batuk-batuk’.

“Tes terakhir yang selanjutnya dilakukan, yakni tes kebalikannya dari maximum power kemudian ditarik kembali ke idle, kemudian kami tarik lagi ke maksimum dan ke idle lagi juga semuanya normal dan lancar semua hingga kami shoutdown engine-nya, semuanya lancar,” tutur Adi.

Setelah dilakukan tes ground run, bioavtur ini juga akan digunakan dalam dengan uji terbang selama sembilan hari kalender menggunakan pesawat CN-235-220 milik Dirgantara Indonesia. Pesawat uji akan berangkat dan mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung. Sementara pengisian bahan bakar bioavtur J2,4 akan dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta.

Bioavtur yang digunakan merupakan produksi Pertamina bersama ITB dan didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Bioavtur ini dihasilkan dari bahan baku 2,4% minyak inti sawit atau refined bleached degummed palm kernel oil (RBDPKO) dengan menggunakan katalis merupakan produk hasil kerjasama ITB dengan Pertamina. Bioavtur yang diproduksi di Unit Treated Distillate Hydro Treating (TDHT) Kilang Cilacap tersebut dinamai Jet Avtur 2,4 (J2,4).

Produk bioavtur ini telah dua kali uji statik di test-cell milik PT Garuda Maintenance Facility (GMF) AeroAsia pada 23-24 Desember 2020 dan 24-25 Mei 2021. Uji coba menggunakan bahan bakar avtur Jet A1 serta bioavtur J2,0 dan J2,4 pada mesin CFM56-3. Hasilnya, performansi mesin yang menggunakan bioavtur memberikan korelasi yang sama dengan mengguakan Jet A1.

Editor : Retno Ayuningtyas (retno.ayuningtyas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN