Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Kantor Pusat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Dirut Jiwasraya Sambangi BUMN

Triyan Pangastuti, Selasa, 14 Januari 2020 | 15:52 WIB

JAKARTA, investor.id - Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hexana Tri Sasongko, terpantau  mendatangi Kementerian BUMN Selasa siang ini (14/1).

Akan tetapi setibanya di Kantor BUMN, Hexana langsung memasuki gedung tanpa memberikan keterangan kepada awak media.

Hexana Tri Sasongko. Foto: IST
Hexana Tri Sasongko. Foto: IST

Sebagai informasi, sebelumnya Menteri BUMN menegaskan akan melakukan upaya untuk menyelesaikan permasalahan Jiwasraya dengan memastikan bahwa polis premi asuransi akan terbayarkan, namun melalui beberapa tahapan, salah satunya melalui pembentukan holding asuransi, yang diharapkan akan memiliki cashflow sebesar Rp 1,5 triliun yang akan digunakan untuk membayar nasabah.

 “Kan ada stepnya, melalui pembentukan holding itu nanti akan ada cashflow, nanti akan ada aset seperti saham yang mungkin bisa dilepas itu bisa” jelasnya.

Pansus justru mengganggu

Sementara itu, mengenai rencana pembentukan panitia khusus (pansus) Jiwasraya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan bahwa hal itu justru akan menganggu proses penyelamatan Jiwasraya. Menurut dia, proses penyelesaian Jiwasraya melalui ranah politik dapat membuat investor menunggu, karena proses yang lebih lama. Pasalnya saat ini BUMN tengah melakukan proses mendatangkan investor.

Arya Sinulingga. Foto: facebook
Arya Sinulingga. Foto: facebook

"Seperti kami katakan sebelumnya bahwa untuk pansus,  kita lagi cari investor, jadi kalau ada keyakinan investor akan langsung masuk, kalau ada pansus silakan, tapi ada keyakinan. Tapi kalau misalnya investor menunggu selesainya politik, siapa yang dirugikan? Nasabah," katanya di Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Senin malam (13/1).

Dia mengatakan jika pansus dilaksanakan maka nasabah akan menunggu lebih lama untuk pengembalian klaim polis, sebab harus menunggu hingga penyelesaian pansus.  "Apakah nasabah mau menunggu pansus selesai, atau nasabah mau dananya kembali cepat, pilihannya seperti itu," ujarnya.

Arya menegaskan prioritas utama saat ini adalah mencari cara agar nasabah bisa mendapatkan haknya. Oleh karena itu ia ingin DPR menunggu sejumlah langkah yang sedang dilakukan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan Jiwasraya.

Di samping itu, ia menegaskan tidak tepat membandingkan Jiwasraya dengan Century. Pasalnya, Century mendapatkan dana talangan dari negara.

"Jiwasraya ini belum ada dana talangan. Ini lebih kepada persoalan bisnis, jadi biarkan kami bekerja, percayakan kami bagaimana mengembalikannya," ungkap Arya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA