Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah

Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah

BEASISWA KIP-KULIAH

Disiapkan Rp 7,5 Triliun bagi 818 Ribu Mahasiswa Tak Mampu

Nasori, Sabtu, 17 Agustus 2019 | 23:37 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemerintah akan memperluas sasaran beasiswa kepada 818 ribu mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang memiliki prestasi akademik, melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah). Lewat program yang merupakan penyempurnaan dari Program Bidikmisi ini, dalam RAPBN 2020 pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 7,5 triliun.

"Setelah pemenuhan wajib belajar 12 tahun, Pemerintah juga merasa perlu untuk memberikan akses yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, untuk mengenyam pendidikan hingga jenjang pendidikan tinggi," ujar Presiden saat Penyampaian Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun 2020 Beserta Nota Keuangannya pada Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (16/8).

Beasiswa KIP-Kuliah ini, lanjut Presiden, juga diberikan untuk mahasiswa pendidikan vokasi dan politeknik, serta pendidikan sarjana pada program studi sains dan teknologi.

Sesuai dengan tema kebijakan fiskal tahun 2020, ”APBN untuk Akselerasi Daya Saing melalui Inovasi dan Penguatan Kualitas Sumber Daya Manusia”, Presiden Jokowi dalam pidato juga menjelaskan, melalui Program Indonesia Pintar (PIP), pemerintah akan memberikan beasiswa kepada 20,1 juta siswa.

Sebelumnya Presiden mengatakan, sesuai dengan amanat konstitusi, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari belanja negara, atau sebesar Rp 505,8 triliun. Angka tersebut meningkat 29,6% dibandingkan realisasi anggaran pendidikan di tahun 2015 sekitar Rp 390,3 triliun.

“Dengan anggaran pendidikan yang meningkat tersebut, diharapkan tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal,” kata dia.

Jokowi menjelaskan, di jenjang pendidikan menengah dan tinggi, Pemerintah merancang pendidikan dan pelatihan sesuai dengan kebutuhan industri. Pemerintah, lanjut Presiden, juga akan mencetak calon-calon pemikir, penemu, dan entrepreneur hebat di masa depan.

Selain itu, kebijakan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia juga akan ditekankan pada perbaikan kualitas guru, mulai dari proses penyaringan, pendidikan keguruan, pengembangan pembelajaran, dan metode pengajaran yang tepat dengan memanfaatkan teknologi.

Selain Program Indonesia Pintar (PIP), pada pendidikan dasar dan menengah, dalam rangka pemerataan akses pendidikan dan percepatan wajib belajar 12 tahun, menurut Jokowi, pemerintah melanjutkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kepada 54,6 juta siswa pada tahun 2020.

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN