Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani. Sumber: BSTV

Menkeu Sri Mulyani. Sumber: BSTV

Disiplin Mengikuti Protokol Kunci Pemulihkan Kesehatan dan Ekonomi

Selasa, 30 Juni 2020 | 16:03 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, keberhasilan dalam mengatasi pandemi Covid-19 akan bergantung pada upaya masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Hal didasarkan pada pengalaman negara yang masyarakatnya cepat melakukan penyesuaian dan disiplin mengikuti evidence-based atau langkah-langkah berdasarkan data.

“Kalau rakyat Indonesia ingin tetap produktif yaitu masyarakat untuk berinteraksi secara sosial melakukan berbagai kegiatan dan itu bagus untuk kesehatan maupun ekonomi. Namun, tetap harus mengikuti protokol kesehatan,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers secara virtual pada Selasa (30/6).

Ia mengatakan, konsep baru yaitu produktif dan tetap aman dijalankan pemerintah karena belum ada pihak yang menemukan vaksin penanganan Covid-19. Seluruh negara di dunia juga mengalami hal yang sama sehingga harus melakukan penyesuaian.

“Dengan melakukan penyesuaian, insya Allah kita akan bisa melakukannya bersama-sama. Baik memulihkan ekonomi maupun memulihkan kesehatan secara bersama,” ucap Sri Mulyani.

Dampak pandemi Covid-19 telah dirasakan oleh bebagai pihak di berbagai sektor mulai dari kesehatan, sosial, hingga ekonomi. Secara kuat, dampaknya terasa pada perekonomian kuartal II di semua negara.

Pemerinah menjalankan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Namun, kebijakan tersebut berdampak pada sisi sosial dan ekonomi masyarakat. Dampak ini tidak bisa dihindari sebab kebijakan ini menjadi langkah mitigasi dari dampak Covid-19 yang lebih besar.

“Jangan sampai masalah kesehatan menjadi masalah sosial, ekonomi, keuangan, dan menjadi persoalan yang meluas kepada masalah politik,” tandas Sri Mulyani.

Ia mengatakan, sejumlah negara maju juga diperkirakan mengalami kontraksi ekonomi pada kuartal II-2020. Ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan tumbuh negatif mendekati 10% dan Inggris mengalami kontraksi 15%. Pada saat yang sama Jerman, Prancis, dan Jepang diperkirakan akan mengalami kontraksi masing-masing sebesar 11%, 17%, dan 8%.

“Inilah yang menjadi tantangan bagi kita semua bahwa Indonesia pun nanti akan terpengaruh karena kita melakukan berbagai langkah pencegahan Covid yang kemudian mempengaruhi perekonomian kuartal II. Estimasi kami di Kementerian Keuangan (pertumbuhan ekonomi Indonesia) negatif di 3,8%,” pungkas Sri Mulyani.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN