Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Boeing 737 MAX. Foto: AFP

Boeing 737 MAX. Foto: AFP

Ditemukan Cacat Baru Boeing 737 Max

Sabtu, 18 Januari 2020 | 23:36 WIB
Fajar Widhiyanto

Boeing telah mengidentifikasi cacat baru pada perangkat lunak di 737 Max yang akan membutuhkan perbaikan tambahan pada pesawat. Temuan ini diproyeksikan akan menambah waktu delay Boeing 737 Max untuk kembali melayani publik.

Diberitakan The Irish Times yang melansir Bloomberg (18/1), perusahaan telah menginformasikan temuan ini pada Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA), termasuk para maskapai pengguna dan pemasoknya. Jet terlaris hasil produksi Boeing ini dikenakan larangan terbang atau grounded pada 13 Maret tahun lalu, setelah dua kecelakaan fatal yang melibatkan sistem kontrol penerbangan.

Maskapai Ryanair adalah salah satu pemesan 737 Max hingga 210 unit, dan hingga saat ini belum mengoperasikan pesawat tersebut. Kepala pemasaran Ryanair Kenny Jacobs awal pekan lalu menyatakan pihaknya baru akan menerima kiriman pertamanya dari Boeing pada bulan April tahun ini.

Boeing 737 Max merupakan pesawat terlaris Boeing, dan belum diperkenankan terbang kembali sejak Maret tahun lalu lalu menyusul dua kecelakaan yang menewaskan 346 orang. Masalah terjadi pada sistem perangkat lunak di pesawat yang berfungsi memastikan bahwa data yang diterima berfungsi dengan baik. “Masalah muncul ketika sistem ini dinyalakan,” demikian disampaikan salah satu sumber.

Piha Boeing sendiri menyatakan pihaknya perlu melakukan sejumlah pembaruan. "Kami membuat pembaruan yang diperlukan dan bekerja dengan FAA tentang pengajuan perubahan ini, dan memberi tahu (maskapai) pelanggan dan pemasok kami," kata Boeing dalam pernyataannya. "Prioritas tertinggi kami adalah memastikan 737 MAX aman dan memenuhi semua persyaratan peraturan sebelum kembali melayani masyarakat."

Pihak FAA tidak memberikan komentar terkait masalah terbaru yang ditemukan tersebut. "Kami tidak akan menyetujui pesawat untuk kembali melayani publik sampai siap," kata lembaga tersebut itu dalam pernyataannya melalui email.

Belum diketahui secara jelas seberapa rumit perbaikan yang dibutuhkan. Sistem perangkat lunak pada pesawat terbang membutuhkan tingkat keandalan dan pemeriksaan yang jauh lebih tinggi sebelum disetujui untuk digunakan.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN