Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dewan Pengawas Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) Inka Yusgiantoro

Dewan Pengawas Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) Inka Yusgiantoro

Diversifikasi Energi Wujudkan Pemerataan Kelistrikan di Wilayah 3T

Minggu, 10 Oktober 2021 | 20:37 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Diversifikasi energi diyakini akan menjadi salah satu solusi untuk mewujudkan pemerataan akses kelistrikan bagi masyarakat di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) Indonesia.

Dewan Pengawas Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) Inka Yusgiantoro dalam keterangan tertulis yang diterima Minggu (10/10/2021), mengungkapkan bahwa selain terkendala investasi,  faktor penghambat lainnya dalam mewujudkan pemerataan kelistrikan di wilayah 3T adalah masalah keamanan serta sulitnya akses akibat minimnya ketersediaan infrastruktur dari dan menuju daerah tersebut.

“Harus terus didorong diversifikasi sumber energi untuk menghasilkan pemerataan listrik di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal Indonesia. Kami mengapresiasi kebijakan Bapak Presiden Joko Widodo untuk membangun Indonesia dari wilayah 3T,” kata Inka saat memimpin diskusi panel pada International Energy Conference 2021 bertema "The Enhancement of Energy Security for a Sustainable Future”  yang diselenggarakan PYC secara daring.

Pada sesi yang membahas topik kelistrikan, dihadirkan para pembicara yaitu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana, Principal Scientific and Engineering Associate in the Electricity Markets and Policy Department at Lawrence Berkeley National Laboratory, Amerika Serikat (AS) Naim Darghouth,  Director of Research Strategy and Innovations at the Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) Venkatachalam Anbumozhi, dan Executive Vice President Pengembangan Regional Maluku Papua dan Nusa Tenggara Eman Prijono Wasito Adi.

Menurut Inka, diversifikasi energi melalui  pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan efisiensi energi sangat dimungkinkan pada saat ini.  Dikatakan, energi baru terbarukan dan diversifikasi energi akan memegang peran penting dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Pada tahun 2025, pemerintah menargetkan energi baru terbarukan sebesar 23% untuk bauran energi nasional. Kebijakan ini yang dipadukan dengan komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi hingga 29% pada tahun 2030 merupakan upaya jelas menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.

“Terus terang, akses kelistrikan di negara-negara berkembang menjadi tugas yang  menantang dan bahkan akan jauh lebih sulit  di negara kepulauan, seperti Indonesia,” jelas Inka.

Berdasarkan

Realisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2020 menunjukkan bahwa sebagian besar Pembangkit di Indonesia berbasis fosil. Selain itu, pemerintah berkomitmen untuk menerapkan rencana “hijau” untuk Pembangkit Listrik Indonesia melalui RUPTL Baru 2021-2030, dengan pembangkit energi baru terbarukan dibandingkan pembangkit listrik fosil, 51,6% EBT: 48,4% Fosil.

Di sisi lain, pemerintah juga  telah menetapkan target rasio elektrifikasi 100% pada tahun 2020. Per Juni 2021, rasio elektrifikasi rumah tangga mencapai 99,37%. Namun, di Provinsi Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua masih di bawah 95%. Selain itu, pada Juni 2021, rasio elektrifikasi perdesaan Indonesia mencapai 99,61%.

Perluasan jaringan, energi terbarukan berbasis mini-grid/off-grid dan teknologi berbasis baterai adalah beberapa strategi untuk meningkatkan elektrifikasi di daerah terluar, terpencil, dan tertinggal.

“Kami bersyukur pemerintah menjamin tersedianya listrik yang efisien, berkualitas,dan terjangkau melalui beberapa arah kebijakan yang meliputi pembangkitan dengan memanfaatkan energi primer lokal dan teknologi batu bara bersih,” ujar Inka. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN