Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani (tengah), Menteri BUMN Erick Thohir (kanan), dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi (kiri) dalam jumpa pers kasus penyelundupan Harley lewat Garuda, Kamis (5/12/2019). Foto: Humas Kementerian Keuangan

Menkeu Sri Mulyani (tengah), Menteri BUMN Erick Thohir (kanan), dan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi (kiri) dalam jumpa pers kasus penyelundupan Harley lewat Garuda, Kamis (5/12/2019). Foto: Humas Kementerian Keuangan

DJBC: Penyidikan Kasus Harley di Garuda Masih Berlangsung

Arnoldus Kristianus, (nasori_id)  Senin, 30 Desember 2019 | 15:13 WIB

JAKARTA, investor.id - Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyidikan dalam kasus penyelundupan sepeda motor Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton melalui pesawat baru Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo.

“Kami mohon waktu, penyidik kami sedang lakukan investigasinya. Jadi penyidik kami sedang melakukan proses penyidikan dan kita berikan waktu ke dia,” ujar Heru Pambudi di kantornya, akhir pekan lalu.

Heru mengatakan, dari hasil investigasi dan penyidikan tersebut nantinya dimungkinkan untuk menyeret para pihak yang terlibat ke proses pidana sehingga sanksinya bukan berupa pembayaran atau denda. “Kami tegaskan bahwa jika ini merupakan tindak pidana, maka solusinya bukan bayar,” ucap Heru.

Ia memastikan, proses penyidikan tersebut berjalan secara adil, transparan, dan berkeadilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Proses ini tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat. “Mohon kesabaran masyarakat sehingga sebaiknya mereka (tim penyidik) diberikan ruang untuk merinci dan menyelesaikan seadil-adilnya. Penyidikan enggak satu atau dua hari karena butuh waktu,” ucap Heru.

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, kondisi ini sudah menjadi pelanggaaran praktik tata kelola perusahaan (good corporate govermence/GCG ) yang baik. Sehingga, hal ini berdampak kontraproduktif terhadap upaya untuk mengangkat kinerja dan citra BUMN. Pihaknya sudah mendapatkan laporan dari komite audit bahwa motor Harley Davidson ini milik Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra Ari Askhara (AA).

Harley-Davidson yang diselundupkan via pasawat Garuda Indonesia.
Harley-Davidson yang diselundupkan via pasawat Garuda Indonesia.

“Kami dari Kementerian BUMN tentu akan memberhentikan saudara direktur utama Garuda, dan tentu proses ini karena kami proses publik pasti ada prosedur lagi. Saya yakin Kementerian Keuangan akan memproses secara tuntas apalagi di sini ada kerugian negara menjadi faktor tidak hanya perdata tapi juga pidana,” ucap Erick.

Ia mengatakan, penyelidikan harus dilakukan terhadap seluruh pihak yang terlibat. Sebab, BUMN terus berupaya untuk meningkatkan integritas dan GCG. Transaksi pembelian dimulai saat AA memberikan instruksi untuk mencari motor klasik Harley Davidson tipe sovel head tahun 2018 dan ini motor klasik 2017.

Pembelian kemudian dilakukan pada april 2019, proses transfer dari Jakarta dilakukan ke rekening pribadi finance manager Garuda Indonesia di Amsterdam. Pada saat yang sama EJ membantu mengurus proses pengiriman dan lain-lain tapi alur transkas ini kemudian menunjukan adanya penyelundupan yang dilakukan secara tersistem.

“Mohon maaf, saya tidak menyudutkan individu, tetapi ini hal yang sangat penting di Kementerian BUMN dan sudah menjadi kesepakatan juga dengan Menteri Keuangan. Bagaimana faktor dari pada integritas dan GCG terus kami tingkatkan dan harus kami laksanakan sebaik-baiknya,” ucap dia.

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN