Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Batubara. Foto ilustrasi: IST

Batubara. Foto ilustrasi: IST

DJP Jelaskan Pengenaan PPN Batubara

Senin, 12 Oktober 2020 | 15:35 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA,  investor.id - Pemerintah menetapkan hasil pertambangan batubara akan dikenakan pajak pertambahan nilai (PPN). Hal ini sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang (UU) Cipta Kerja.

Dalam UU Cipta Kerja jenis pajak yang tidak dikenai PPN yakni hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya. Namun dikecualikan untuk hasil pertambangan batubara.

Dirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan, batubara dikenakan PPN karena pada dasarnya rezim PPN dikenakan atas konsumsi barang kena pajak dalam daerah pabean.

“Kalau untuk barang pertambangan batu bara bukan dihapuskan dari penerimaan malah dikenakan PPN sebetulnya. Jadi bahasanya malah dikenakan PPN, karena rezim PPN itu kan dikenakan pajak atas konsumsi barang kena pajak didalam daerah pabean. Jadi untuk batu bara malah dikenakan PPN,” ujar Suryo dalam konferensi pers UU Cipta Kerja klaster Perpajakan, Senin (12/10).

Dirjen Pajak Suryo Utomo. Foto: IST
Dirjen Pajak Suryo Utomo. Foto: IST

Lebih lanjut dalam UU Cipta Kerja  selain barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang dikecualikan sebagai objek PPN, pemerintah juga menetapkan barang kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan oleh rakyat banyak.

Kemudian makanan dan minuman yang disajikan di hotel, restoran, rumah makan, warung dan sejenisnya meliputi makanan dan minuman baik yang dikonsumsi di tempat maupun tidak, termasuk makanan dan minuman yang diserahkan oleh usaha jasa boga atau catering.

Selanjutnya uang, emas batangan dan surat berharga.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN