Menu
Sign in
@ Contact
Search
Bandara Soekarno-Hatta. Foto: AP II

Bandara Soekarno-Hatta. Foto: AP II

DJP Kemenkeu: Tiket Pesawat Mahal Bukan Semata karena PPN Avtur

Selasa, 23 Agustus 2022 | 08:31 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com) ,Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu) menyatakan, mahalnya harga tiket pesawat yang tengah berlangsung tidak semata dikarenakan oleh tarif pajak pertambahan nilai (PPN) pada bahan bakar avtur. Sebab, penerapan PPN ke avtur sudah diberlakukan sejak lama.

Sebelumnya, usulan menstabilkan harga tiket pesawat melalui opsi penghapusan atau minimal menurunkan PPN avtur menjadi 5% disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

"Dapat kami sampaikan bahwa pengenaan PPN atas avtur bukan menjadi satu-satunya penyebab naiknya harga tiket pesawat, sehingga hal ini tidak dapat dijustifikasi," ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak Neilmaldrin Noor kepada Investor Daily, Senin (22/8).

Meski demikian, Kementerian Keuangan menegaskan bahwa akan terus melakukan koordinasi dengan Kementerian atau Lembaga terkait untuk membahas isu yang tengah terjadi di masyarakat.

Lebih Lanjut Neil mengatakan, keberpihakan pemerintah terhadap industri maskapai sudah dilakukan melalui berbagai fasilitas. Pertama melalui PP Nomor 71 Tahun 2012 tentang Perlakuan PPN atas Penyerahan Avtur untuk Keperluan Angkutan Udara Luar Negeri.

"Kemenkeu juga memberikan fasilitas PP Nomor 50 Tahun 2019 tentang Impor dan Penyerahan Alat Angkutan Tertentu serta Penyerahan dan Pemanfaatan JKP (jasa kena pajak) terkait Alat Angkutan Tertentu yang Tidak Dipungut PPN," tutur dia.

Sementara itu, Pengamat Penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri), Gerry Soejatman mengatakan, opsi penurunan atau penghapusan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) avtur dipastikan tidak akan berdampak signifikan terhadap penurunan harga tiket pesawat.

"Penghapusan atau penurunan PPN avtur bisa dilakukan, namun tidak akan terlalu berpengaruh pada harga tiket," ungkap dia, Senin (22/8/2022).

Gerry menjelaskan, avtur sebagai bahan bakar pesawat, biasanya memiliki kontribusi 30-40 persen dari struktur biaya operasional maksapai. "Namun dengan kondisi sekarang, maka kontribusi harga avtur saat ini mencapai 50-60% dari biaya pengoperasian pesawat," ucap dia saat dihubungi.

Menurut dia, lonjakan harga avtur itulah yang menjadi salah satu faktor utama yang membuat kenaikan harga tiket pesawat, bukan sebaliknya karena faktor tarif PPN avtur.

Ia menyatakan, pada dasarnya besaran harga tiket saat ini dipengaruhi oleh peningkatan biaya operasional akibat lonjakan harga avtur, serta kenaikan passenger service charge (PSC) atau tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) di beberapa kota.

Meski demikian, saat ini permintaan mulai menurun sehingga mulai terjadi penurunan harga tiket meski tidak signifikan.

"Demand (permintaan) kemarin-kemarin juga tinggi sekali. Namun mulai minggu ini memang demand mulai menurun dan harga tiket pun menurun (tergantung rute), tetapi tidak bisa turun banyak karena tingginya biaya tadi," jelas dia.

Di samping itu, faktor yang paling bisa mempengaruhi penurunan harga tiket pesawat adalah penurunan harga avtur di pasar global. Namun, harga avtur ini sangat dipengaruhi kondisi perang Rusia-Ukraina.

"Cara paling efektif menurunkan harga tiket ya cuman satu, selesaikan krisis energi dunia yang salah satunya diakibatkan oleh perang Ukraina-Rusia, agar harga avtur bisa turun," pungkas dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com