Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen Pajak Suryo Utomo. Foto: IST

Dirjen Pajak Suryo Utomo. Foto: IST

MEMPERINGATI HARI PAJAK 2020

DJP: Perlu Langkah Taktis dan Cepat Hadapi Covid-19

Selasa, 14 Juli 2020 | 12:14 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan, pandemi Covid-19 merupakan tantangan baru bagi Indonesia maupun negara di seluruh dunia. Hal ini juga membawa perubahan-perubahan dan implikasi yang begitu cepat terhadap sejumlah sektor kehidupan manusia, tak terkecuali terkait dengan pengelolaan keuangan negara.

Oleh karena itu, Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Suryo Utomo berpendapat, insan perpajakan pun perlu langkah-langkah cepat dan taktis dalam menghadapi tantangan termasuk perubahan atas APBN hingga upaya pemulihan ekonomi nasional oleh pemerintah. Terlebih DJP mengemban dua fungsi utama yaitu anggaran (budgeter) dan mengatur (regulerend) yang mesti dikelola sebaik-baiknya.

“Capaian penerimaan perpajakan sangat diperlukan untuk membiayai belanja-belanja pemerintah dan sekaligus menentukan seberapa dalam pembiayaan harus dipersiapkan” tutur dia dalam pidato memperingati Hari Pajak 2020 yang mengusung tema “Bangkit Bersama Pajak dengan Semangat Gotong Royong”, Selasa (14/7).

Di sisi lain, ia mengatakan, perpajakan ini juga harus dapat melindungi berbagai aspek ekonomi yang ada di Indonesia sehingga masyarakat maupun sektor usaha dapat terus tumbuh, berkembang, dan bersaing baik secara lokal maupun global.

Tekanan yang cukup berat dari pandemi Covid-19, kata Suryo, membuat penerimaan negara turun sampai dengan akhir semester I-2020. Pada periode tersebut, total penerimaan pajak (non-PPh migas) tercatat Rp 513,65 triliun atau 44,02% dari target penerimaan berdasarkan Perpres 72 Tahun 2020.

Dengan capaian tersebut, kata dia, penerimaan pajak pada semester I-2020 tumbuh -10,53% (tidak termasuk PPh migas) atau -12,01% (termasuk PPh migas). “Meski kita masih mampu menahan perkembangan ekonomi positif pada kuatal I, nyatanya perlemahan usaha dan perlambatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2020 terjadi cukup dalam sehingga berdampak juga pada penerimaan pajak,” tutur dia.

Dalam menjalankan fungsi regulerend, lanjut Suryo, pemerintah telah memberikan berbagai stimulus ekonomi yang diberikan melalui sektor perpajakan. “Berbagai jenis fasilitas tersebut diharapkan mampu meringankan beban para pelaku ekonomi di saat kondisi yang tidak bersahabat ini,” tutur dia.

Selain mengawal penerimaan pajak, DJP berupaya untuk terus memonitor implementasi kebijakan pemerintah tersebut. Pada kesempatan tersebut, ia menghimbau kepada para wajib pajak yang belum memanfaatkan fasilitas keringanan pajak selama pandemi untuk memanfaatkannya.

“Mari kita pastikan bersama bahwa wajib pajak yang berhak mendapatkan fasilitas tersebut menggunakannya sehingga tercapai tujuan dari kebijakan tersebut,” tutur dia.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN