Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Dirjen Pajak Suryo Utomo. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Dirjen Pajak Suryo Utomo. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

DJP:Covid-19 Beri Tiga Dampak bagi Ekonomi RI

Rabu, 15 Juli 2020 | 10:29 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA – Direktur Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suryo Utomo mengungkapkan, pandemi Covid-19 memberi tiga dampak besar terhadap perekonomian Indonesia, sehingga masuk dalam masa krisis.“Gejolak ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 ini menghantam Indonesia bagaikan sebuah perfect storm yang setidaknya memberi tiga dampak besar bagi perekonomian,” kata dia saat memperingati Hari Pajak 2020 yang bertema “Bangkit Bersama Pajak dengan Semangat Gotong Royong”, Selasa (14/7).

Suryo menyebutkan, dampak pertama adalah membuat konsumsi rumah tangga atau daya beli yang merupakan penopang 60% terhadap ekonomi jatuh cukup dalam. Hal ini dibuktikan dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatatkan bahwa konsumsi rumah tangga turun dari 5,02% pada kuartal I-2019 ke 2,84% pada kuartal I-2020.

Dampak kedua yaitu pandemi menimbulkan adanya ketidakpastian yang berkepanjangan sehingga investasi ikut melemah dan berimplikasi pada terhentinya usaha. Dampak ketiga adalah seluruh dunia mengalami pelemahan ekonomi sehingga menyebabkan harga komoditas turun dan ekspor Indonesia ke beberapa negara juga terhenti.

Suryo mengatakan, pandemi Covid-19 telah menjadi tantangan baru bagi Indonesia maupun negara di seluruh dunia. Hal ini juga membawa perubahan-perubahan dan implikasi yang begitu cepat terhadap sejumlah sektor kehidupan manusia, tak terkecuali terkait dengan pengelolaan keuangan negara.

Oleh karena itu, ia berpendapat, insan perpajakan pun perlu melakukan langkah-langkah cepat dan taktis dalam menghadapi tantangan termasuk perubahan atas APBN hingga upaya pemulihan ekonomi nasional oleh pemerintah. Terlebih, DJP sebagai bagian dari Kemenkeu mengemban dua fungsi utama yaitu anggaran (budgeter) dan mengatur (regulerend) yang mesti dikelola sebaik-baiknya.“Capaian penerimaan perpajakan sangat diperlukan untuk membiayai belanja-belanja pemerintah dan sekaligus menentukan seberapa dalam pembiayaan harus dipersiapkan” tutur dia.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN