Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Darmin Nasution. Foto: IST

Darmin Nasution. Foto: IST

DNKI Dorong Masyarakat untuk Pakai Akses Keuangan Formal

Arnoldus Kristianus, Jumat, 12 Juli 2019 | 22:04 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemerintah melalui Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) menargetkan indeks keuangan inklusif tahun ini mencapai 75%. Angka ini meningkat pesat dibandingkan lima tahun lalu yang bermula di angka 36%.

“Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) penting agar masyarakat aware terhadap lembaga keuangan, meyakinkan masyarakat untuk menggunakan lembaga keuangan,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution selaku Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif saat memimpin rapat koordinasi SNKI, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (11/7).

Ia mengatakan, ada lima pilar dalam SNKI yaitu edukasi keuangan; hak properti masyarakat; fasilitas intermediasi dan saluran distribusi keuangan; layanan keuangan pada sektor pemerintah; dan perlindungan konsumen.

“Kelima pilar SNKI ini harus ditopang oleh tiga faktor yaitu: kebijakan dan regulasi kondusif; infrastruktur dan teknologi informasi keuangan yang mendukung, serta organisasi dan mekanisme implementasi yang efektif,” tutur Darmin

Selain itu, juga terdapat lima program kerja keuangan inklusif pada 2019, antara lain perlindungan literasi keuangan dan perlindungan konsumen, perluasan pembukaan rekening, mempercepat sertifikasi hak properti masyarakat yang dapat dijadikan agunan, optimalisasi layanan agen bank dan peningkatan layanan keuangan digital dan transaksi nontunai.

Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut mendorong Program Aksi Indonesia Menabung sebagai kebijakan strategis dan berdampak luas guna mendorong masyarakat untuk menabung di layanan keuangan formal.

“Dengan adanya aksi ini, kesadaran dan pemahaman masyarakat akan kegunaan dari rekening yang mereka miliki akan meningkat. Segmennya mulai dari pelajar, pemuda, petani dan nelayan, perempuan, hingga pekerja swasta,” ucap Darmin.

Ia mengimbau agar aksi Indonesia menabung dibuat semenarik mungkin dalam sosialisasi, edukasi, dan publikasi menggunakan materi kampanye seperti jingle, billboard, TVC, brosur, dan bentuk lain yang efektif menyasar masyarakat.

Untuk mencapai target inklusi sebesar 75%, pihak OJK berencana mewajibkan siswa SMP memiliki tabungan atau membuka rekening di bank. Hal ini dilakukan untuk memperkenalkan atau mengedukasi tentang menabung kepada anak-anak.

"Targetnya 75%, inklusi keuangan. Ini dalam rangka mencapai inklusi keuangan secara continuous base, secara sustainable. Sehingga edukasi tidak boleh berhenti," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Menurtunya, pemerintah menargetkan pelajar atau kaum muda sebagai sasaran utama dalam penerapan SNKI ini. Sebab edukasi kaum muda diperlukan agar masyarakat menerapkan budaya menabung sejak kecil.

"Jasa keuangan itu bisa tabungan. Ini harus selalu dikampanyekan terutama tabungan. Generasi muda harus diedukasi tentang produk keuangan. Kalau tidak di awal nanti kan terlalu terlambat diperkenalkan menabung," ucap Wimboh.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA