Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
petani padi

petani padi

OPTIMALISASI POTENSI LOKAL

Dompet Dhuafa Siapkan Penanaman Padi di 1.000 Ha Sawah Produktif

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 12:50 WIB
Kunradus Aliandu (kunradus@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Dompet Dhuafa semakin konsen dengan upaya optimalisasi potensi lokal dalam rangka antisipasi pandemi berkepanjangan serta kemerdekaan pangan. Hal itu dilakukan Dompet Dhuafa setelah berhasil menggelar panen perdana dari hasil para petani binaan Dompet Dhuafa dan para santri yang ditanam di sawah irigasi seluas 50 hektare (ha), di Desa Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat. Langkah Dompet Dhuafa ini melalui Social Trust Fund (STF) bersama OK Oce dan Pondok Pesantren Alam (PPA) Al Muhtadin.

Direktur Social Enterprise Dompet Dhuafa Guntur Subagja mengatakan, Dompet Dhuafa akan mempersiapkan perluasan sawah irigasi pertanian menjadi 1.000 ha. Upaya tersebut untuk mendukung dan mendorong terciptanya usaha-usaha yang mengarah pada pengembangan potensi ekonomi ketahanan pangan berbasis masyarakat pesantren."Program tersebut merupakan salah satu solusi dari Dompet Dhuafa untuk mengatasi dan mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 yang belum juga usai serta menumbuhkan kemerdekaan pangan. Kami mengembangkan program ketahanan pangan berbasis pesantren, bertujuan agar warga, pesantren dan tokoh masyarakat dapat bekerja sama dengan pemerintah daerah, dalam membangun ketahanan pangan. Setidaknya dimulai dari keluarga sendiri, kemudian berkembang pada skala desa, kecamatan, kabupaten dan harapannya dapat berlangsung hingga ke skala nasional," ucap Guntur Subagja.

Sementara itu, Nasyith Majidi selaku Ketua Yayasan DDR menambahkan, bahwa berbicara kedaulatan pangan, pertanian menjadi salah satu objek vital yang sering diperbincangkan. “Mengingat pertanian sendiri merupakan aset pangan nasional bagi kesejahteraan bangsa Indonesia,"ujarnya.

Dengan demikian, Dompet Dhuafa melalui STF, menjalin kolaborasi besar yang berdaya saing kuat agar tercipta peluang-peluang kemakmuran bagi petani. Kemudian juga membentuk perubahan hidup bagi masyarakat desa melalui upaya pemberdayaan secara komprehensif dari potensi lokal sosial masyarakat, potensi alam, sistem ekonomi dan potensi pendukung ekonomi. Sehingga tercipta kesejahteraan yang berkesinambungan bagi masyarakat desa."Mudah-mudahan ini menjadi modal awal untuk masyarakat Indonesia menjadi masyarakat berdikari, maju, adil dan Makmur. Selain di sektor pertanian, Dompet Dhuafa juga bergerak di sektor kesehatan. Kami memiliki 9 rumah sakit gratis untuk Dhuafa. Di peternakan, kami memberdayakan para peternak di seluruh nusantara. Lebih dari 42.000 ekor hewan kurban setara doka, berhasil dipasarkan untuk kurban," pungkas Guntur.

Adapun Dompet Dhuafa terus mengembangkan ekonomi kerakyatan yang memiliki dampak sosial besar. Di Sektor ekonomi menjadi sentra berpengaruh dalam menunjang kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam hal kedaulatan pangan. Melalui Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE) sebagai off-taker produk hasil pertanian, merupakan salah satu poin penting Dompet Dhuafa dalam memberikan dukungan berupa modal,  pembelian hasil dan menawarkan hasilnya ke pasar. Termasuk dalam pengembangan yang  memadukan antara sosial enterprise dengan dana sosial.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

BAGIKAN