Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK),  Rabu,13 April 2022

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Rabu,13 April 2022

Dongkrak Daya Saing, Pemerintah Percepat Pembangunan Infrastruktur

Kamis, 14 April 2022 | 13:12 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id -  Pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai pilar penting untuk mengakselerasi dan memajukan ekonomi Indonesia, terutama aspek daya saing dan produktivitas.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pembangunan infrastruktur dan jalan tol yang telah masif dilakukan pemerintah memang belum mendongkrak daya saing dan produktivitas

Baca juga: INA Teken Perjanjian Investasi dengan Hutama Karya dan Waskita (WSKT) Bernilai Rp 39 Triliun

Pembangunan infrastruktur adalah sebuah agenda penting yang telah disebutkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).  Saat ini, setidaknya ada 54 proyek jalan tol yang dikategorikan sebagai proyek strategis nasional yang lokasinya tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

“Akselerasi percepatan pembangunan infrastruktur, pilar sangat penting dalam memajukan ekonomi Indonesia. Bahkan, dengan pembangunan infrastruktur dan jalan tol begitu banyak ranking competitiveness Indonesia masih relatif lebih rendah dari negara ASEAN 5, kami pahami pekerjaan masih sangat banyak”ucapnya,Kamis (14/4).

Menurutnya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tidak dapat dipenuhi oleh APBN sepenuhnya, karena APBN memiliki keterbatasan untuk mendanai pembangunan, apalagi saat ini ekonomi tengah mengalami pemulihan ekonomi.

Baca juga: Sri Mulyani: Pemerintah Berupaya Jaga Daya Beli Masyarakat

Adapun dalam RPJMN nasional tahun 2020-2024, kebutuhan pendanaan infrastruktur mencapai Rp 6.445 triliun, APBN menyediakan anggaran sebesar Rp 2.385 triliun atau 37% dari kebutuhan.

“Untuk melanjutkan pembangunan enggak mungkin terus menerus tergantung pada APBN, peran APBN jelas penting dan swasta diperlukan,”tuturnya.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN