Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi ekspor  Foto: SP/Ruht Semiono

Ilustrasi ekspor Foto: SP/Ruht Semiono

Dorong Ekspor UKM, ITPC Los Angeles Gelar Temu Bisnis Virtual

Kamis, 16 Juli 2020 | 14:18 WIB
Sanya Dinda (sanya.susanti@beritasatumedia.com)

LOS ANGELES, investor.id – Kementerian Perdagangan melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Los Angeles dan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BBPPEI) menggelar temu bisnis secara virtual. Kegiatan ini mempertemukan 12 pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia sektor makanan minuman (mamin) yang berorientasi ekspor dengan pembeli Amerika Serikat, yakni Jans Enterprise Corp., Takari International, Belift Coffee, dan Beaneka Coffee.

Kepala ITPC LA, Bayu Nugroho, mengatakan temu bisnis tersebut merupakan salah satu upaya menggenjot ekspor nasional di tengah pandemi Covid-19.

"Kegiatan temu bisnis virtual ini diharapkan akan mendorong kinerja ekspor industri mamin Indonesia. Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang menimpa dunia dan adanya pembatasan-pembatasan dalam bertatap muka atau berkumpul secara langsung, pemerintah Indonesia dituntut kreatif dan mencari langkah alternatif agar tetap eksis di kancah internasional, khususnya di AS," ucap Bayu dalam keterangan resmi, Kamis (16/7).

Menurut Bayu, temu bisnis virtual yang diselenggarakan pada Selasa (14/7) lalu itu merupakan bentuk dukungan Kemendag kepada UKM Indonesia untuk memasuki pasar AS.

Sebelum temu bisnis tersebut, dia telah meminta kepada UKM binaan Kemendag untuk mempersiapkan materi promosi dengan baik. Meskipun hanya dilakukan secara virtual, penting bagi UKM untuk memberikan kesan terbaik pada calon pembeli produk mereka.

“Para importir AS juga merespons positif pelaksanaan business matching virtual ini, bahkan beberapa importir telah menyatakan ketertarikannya atas beberapa produk yang ditampilkan oleh para pelaku UKM Indonesia. Selanjutnya, ITPC LA akan memfasilitasi komunikasi lebih lanjut antara para pelaku UKM Indonesia dengan para importir sehingga dapat terwujud transaksi ekspor," tutup Bayu.

Rangkaian business matching virtual kerja sama antara ITPC LA dan BBPPEI akan dilanjutkan untuk sektor furnitur pada 17 Juli 2020, serta sektor fashion dan pakaian pada 21 Juli 2020.

Selain itu, pada 15 Juli 2020, ITPC LA juga bekerja sama dengan dengan KJRI San Francisco, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Pemerintah Daerah Jawa Timur untuk sektor mamin, furnitur, dan fesyen.

Kementerian Perdagangan mencatat, ekspor mamin ke AS sepanjang Januari-April 2020 mencapai US$ 293,63 juta. Nilai tersebut tumbuh 29,69% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, sepanjang 2019, ekspor mamin Indonesia ke AS tercatat sebesar US$ 730,4 juta.

Selama 2015-2019, ekspor mamin Indonesia ke AS tercatat meningkat rata-rata sebesar 7,15% per tahun. Produk mamin Indonesia yang paling banyak diekspor ke AS yaitu makanan laut, buah-buahan, makanan ringan, dan gula.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN