Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
The Telkom Hub.

The Telkom Hub.

Dorong Inovasi Digital, Kinerja Telkom Makin Baik

Sabtu, 20 November 2021 | 18:11 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, Investor.id  - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di bursa saham Indonesia Per 19 November 2021 mencapai nilai 6.720, angka tertinggi sepanjang sejarah berdirinya bursa. Salah satu penggerak kenaikan rekor IHSG baru ini adalah kenaikan saham Telkom Indonesia (TLKM) yang naik 270 poin dari 3.630 ke 3.900 dan merupakan saham yang ditransaksikan dengan nilai pembelian terbesar oleh investor asing mencapai Rp 443,4 miliar.

Analis pasar saham Muhammad Fariz menilai , kinerja Telkom memang tengah moncer dibandingkan dengan kompetitornya. Juga, sejalan dengan tren new economy, sektor-sektor digital, teknologi, yang tengah booming, sehingga Telkom pun terimbas. Sementara saham-saham old economy, belum kembali ke performa semula.

Kinerja moncer Telkom ini bisa jadi karena kian banyaknya ide-ide baru dari kalangan profesional muda di Telkom. Termasuk juga gagasan baru yang dibawa petinggi yang tidak punya latar belakang telekomunikasi, seperti Abdee Negara, gitaris Slank. Seperti diketahui, Abdee diangkat Menteri BUMN Erick Tohir sebagai komisaris independen di Telkom beberapa waktu lalu

"Di sektor Telko, memang Telkom yang punya kondisi paling bagus. Hal ini terjadi karena kompetitor lain tengah berbenah, melakukan perbaikan operasional pasca berbagai akuisisi, sehingga tidak terlalu fokus ke kompetisi. Tak heran Telkom leluasa memperkuat penetrasi pasar, menaikkan market share," ujar Fariz, Sabtu (20/11).

Menurut Fariz, dalam sebuah korporasi, komisaris utama dan komisaris lain, punya peran untuk mengarahkan kinerja dan tujuan perusahaan, termasuk Telkom. Peran Abdi sebagai komisaris independen di Telkom, juga sejalan dengan tujuan yang dibebankan Kementerian BUMN untuk mendorong start up, sektor digital, industri kreatif. Maka wajar jika Telkom makin banyak investasi di start up dan digital.

"Komisaris tentu punya peran, untuk perbaikan. Meski memang perlu bersinergi bersama direksi. Telkom juga mulai sadar, bahwa harus lakukan transformasi digital, apalagi sudah untung besar, hingga bisa alokasi investment," ujarnya.

Menurut Fariz, kondisi Telkom yang tengah dalam posisi bagus, perlu fokus perkuat network, memperbesar pasar, kemudian investasi digital. Dalam jangka panjang, kinerja Telkom akan tetap bagus.

Sementara itu, Telkom juga mengambil peran untuk memastikan penyediaan infrastruktur dan layanan telekomunikasi di arena balap dan fasilitas pendukung di Sirkuit Mandalika.

Untuk memastikan kualitas layanan tetap prima selama berlangsungnya WSBK, Komisaris Independen Telkom Abdee Negara melakukan peninjauan ke beberapa lokasi infrastruktur milik Telkom pada 18-19 November 2021.

Adapun lokasi yang dikunjungi di antaranya Sentral Telepon Otomat (STO) Mataram, Posko Mataram, STO Gerung serta ruang infrastruktur pendukung dan posko di STO Praya. Selain itu, peninjauan juga dilakukan di posko National Operation Center Mandalika, yang menjadi area perlombaan WSBK.

Abdee menyampaikan bahwa Telkom mampu dan harus menyukseskan penyelengaraan event internasional, sebagaimana sukses Telkom dalam berbagai event skala nasional maupun internasional sebelumnya.

“Nama baik Indonesia yang dipertaruhkan termasuk Telkom sebagai ICT partner dalam helatan akbar ini. Telkom harus memastikan bahwa dukungan ICT dari Telkom akan menyukseskan event WSBK. Tetap semangat untuk seluruh karyawan yang bertugas dan berikan kontribusi terbaik kita bagi Indonesia,” ucap Abdee.

Untuk penyelenggaraan WSBK, TelkomGroup telah melakukan penggelaran jaringan yang meliputi ekspansi backbone, penggelaran fiber optic baik di lokasi event maupun ekosistem pendukungnya hingga penambahan Node B Combat Telkomsel yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ICT di kawasan sebesar 7.22 Gbps.

Dukungan ini disediakan di area MASIV (Media, Accomodation, Security, International Airport, dan Venue) dengan layanan meliputi View, Internet, dan Phone (VIP). Khusus di Mandalika International Street Circuit, layanan telekomunikasi yang disediakan di berbagai area seperti paddock, pit building, medical center, race control, TV compund, dan tribun.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN