Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek Pelabuhan Patimban tahap I di Subang, Jawa Barat

Proyek Pelabuhan Patimban tahap I di Subang, Jawa Barat

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Presiden: Percepat Penyelesaian Pelabuhan Patimban

Selasa, 22 September 2020 | 09:54 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

BOGOR, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mempercepat penyelesaian pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Penyelesaian Pelabuhan Patimban selain  berperan sebagai  super koridor ekonomi, juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan perdagangan di Jawa Barat.

Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV
Presiden Joko Widodo. Sumber: BSTV

“Kita harapkan Pelabuhan Patimban memiliki peran penting dan strategis dalam pertumbuhan dan perdagangan di Wilayah Jawa Barat, dan dikembangkan saling mengisi dengan Pelabuhan Tanjung Priok, komplementer bukan kompetitor,“ kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas secara daring Kabinet Indonesia Maju di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (22/9/2020).

Rapat yang dihadiri Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin membahas tentang Percepatan Proyek Strategis Nasional Patimban.

Proyek pembangunan Pelabuhan Patimban membutuhkan investasi sekitar Rp 40 triliun. Dari jumlah tersebut, dana sebesar Rp 23,5 triliun didapatkan dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA),  yaitu untuk pembangunan Tahap 1, Fase 1 sebesar Rp 14 triliun dan Tahap 1 Fase 2 sebesar Rp 9,5 triliun.

Presiden Jokowi berharap apabila Pelabuhan Patimban selesai akan terbangun segitiga kawasan pertumbuhan ekonomi, yaitu Pelabuhan Patimban,  Airport Kertajati, dan kawasan industri di Bekasi, Karawang, serta Purwakarta sebagai sebuah kawasan  saling terkoneksi, saling mendukung satu sama lain, sehingga memiliki daya saing, terutama untuk produk-produk ekspor di bidang otomotif.

Disebutkan bahwa kawasan Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa yang kini telah tersambung dengan jalan tol harus menjadi super koridor ekonomi, karena fasilitas infrastruktur yang terbangun sudah relatif lebih siap sehingga setiap kawasan industri, kawasan pariwisata, dan sentra-sentra pertanian harus tersambungkan dengan jalan tol ini.

“Karena itu, saya sudah beberapa kali menyampaikan, juga saat peninjauan di lapangan agar dilakukan percepatan penyelesaian pembangunan Pelabuhan Patimban ini,” ujarnya.

Pelabuhan Patimban. Foto: IST
Pelabuhan Patimban. Foto: IST

Ia mengatakan,  percepatan pembangunan Pelabuhan Patimban juga harus memperhatikan dampak sosial  bagi nelayan dan masyarakat.

“Tolong dilihat betul kalau memerlukan sarana dan prasarana  untuk kapal misalnya bagi para nelayan yang terdampak agar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bisa memberikan bantuannya kepada nelayan,” katanya.

Selain itu, Presiden Jokowi  juga mengingatkan agar strategi besar arah pengembangan pelabuhan-pelabuhan utama di Indonesia, termasuk Pelabuhan Patimban, Pelabuhan Tanjung Priok, dan  28 pelabuhan utama lainnya betul-betul terkonsolidasi sehingga arah ke depan pengembangannya menjadi konkret dan jelas, mempunyai segmen yang saling komplementer, saling mengisi.

“Dan, kita harapkan langkah konsolidasi ini akan mempercepat  pertumbuhan sentra-sentra ekonomi regional dan juga memberikan kecepatan pelayanan di bidang logistik, membuat produk-produk ekspor kita semakin efisien dan kompetitif,” kata Presiden Jokowi.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN