Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri PMK Puan Maharani.

Menteri PMK Puan Maharani.

DPR Minta Desain KEM PPKF 2021 Antisipasi Risiko Ketidakpastian

Senin, 15 Juni 2020 | 19:48 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2021, diarahkan untuk mengantisipasi risiko ketidakpastian dan dampak dari pandemi Covid-19.

Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan KEM PPKF 2021 merupakan landasan dalam mendesain APBN 2021 juga bergantung pada pemulihan Sosial dan Ekonomi tahun 2020.  

“Menempatkan kebijakan belanja sebagai stimulus utama kebijakan fiskal agar mempertimbangkan juga kemampuan pendapatan negara, pengendalian defisit, kapasitas risiko utang dan risiko beban utang yang memberikan tekanan ruang fiskal pada tahun mendatang,”jelasnya dalam Pidato Pembukaan Rapat Paripurna Masa Persidangan IV, di DPR, Jakarta, Senin (15/6).

Oleh karena itu, Puan berharap KEM-PPKF 2021 yang akan dibahas bersama DPR dapat turut mengantisipasi risiko ketidakpastian perkembangan Covid-19 dan dampak yang akan ditimbulkan ke depannya. Oleh karena itu, ia memaklumi postur desain APBN 2021 menimbulkan banyak ruang antisipasi fiskal.

Dalam pembahasan KEM-PPKF 2021, DPR juga meminta desain APBN 2021 untuk diarahkan menjadi stimulus kebijakan fiskal dalam mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial, serta menjadi momentum dalam melakukan berbagai reformasi kebijakan pembangunan.

Sehingga bisa mempercepat kemajuan Indonesia di berbagai bidang

“Dapat dimaklumi bahwa dalam desain APBN 2021, yang dilakukan dalam kondisi ketidakpastian akibat pandemi Covid-19, akan menimbulkan adanya banyak ruang antisipasi fiskal di sisi pendapatan negara, belanja maupun pembiayaan,”tuturnya. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN