Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Syahrul Yasin Limpo

Syahrul Yasin Limpo

DPR Minta Kementan Tingkatkan Kinerja di Era New Normal

Ridho Syukra, Minggu, 7 Juni 2020 | 11:50 WIB

JAKARTA, investor.id -Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sub sektor tanaman pangan turun sebesar 0,54% dan sub sektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,30%. Penurunan Nilai Tukar Petani (NTP) ini disebabkan adanya penurunan harga di beberapa komoditas.

Anggota Komisi IV DPR Darori Wonodipuro mengatakan pandemi Covid-19 sangat mempengaruhi kinerja beberapa Kementerian termasuk Kementerian Pertanian (Kementan).

Komisi IV DPR, sebagai mitra kerja meminta Kementan agar meningkatkan dan memaksimalkan kinerjanya di era New Normal.

Di kesempatan lain, Ketua Asosiasi Hortikultura Indonesia, Anton Muslim Arbi mengungkapkan kinerja Mentan belum maksimal. Padahal dengan turunnya harga komoditas harus segera dievaluasi. Ia berharap di era new normal ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bisa meningkatkan daya saing Kementerian Pertanian.

Dari zaman sebelum pemerintahan Jokowi terdapat penandatanganan bilateral dan multilateral, dan perjanjian ini harus terus dievaluasi dan dipantau agar produk ekspor pertanian Indonesia bisa lebih berdaya saing.

Kementan menyatakan upaya penanganan pangan dengan menyiapkan tiga strategi saat menghadapi New Normal. Adapun, peningkatan nilai tukar petani (NTP) akan masif dilakukan dengan menaikkan harga jual gabah sehingga target penambahan NTP menjadi 103 poin, lebih tinggi dari beberapa waktu sebelumnya, atau sebesar 102,09 poin.

Mentan Syahrul Yasin Limpo menerangkan strategi pertama yaitu agenda SOS, atau emergency yang ditemukan ketika harga ayam sempat jatuh beberapa waktu lalu. Bagi peternak, ayamnya akan dibeli oleh mitra dan difasilitasi penyimpanan berpendingin oleh pemerintah.

Dia menegaskan, penurunan NTP bukan disebabkan oleh hasil produksi petani tidak akurat namun karena dampak Covid-19 yang menyebabkan pelambatan transportasi, distribusi, dan pembatasan berbagai akselerasi kemasyarakatan (PSBB).

Karena adanya berbagai pembatasan dalam menghadapi Covid-19 menyebabkan NTP mengalami penurunan dan harus ada solusi yaitu membangun stok penyangga atau buffer stock untuk 11 komoditas pangan, lalu pengembangan pasar dan toko tani, jaring pengaman sosial bagi petani dan menjaga stabilitas harga.

Strategi kedua agenda jangka menengah yaitu memaksimalkan ekspor dengan mengintervensi industri agrikultur agar tidak memecat karyawannya. Juga relaksasi terhadap padat karya melalui pemberian bibit atau benih sehingga produksi komoditi tetap berjalan.Ada juga agenda jangka panjang yaitu meningkatkan produksi pertanian.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN