Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kementan. Logo: aktualitas.com

Kementan. Logo: aktualitas.com

DPR: Pengembangan Food Estate Harus Libatkan Kementan

Sabtu, 4 Juli 2020 | 12:04 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id - Rencana Presiden Joko Widodo yang akan menjadikan Kalimantan Tengah sebagai kawasan food estate atau lumbung pangan alternatif di luar Jawa merupakan rencana yang harus didukung dan harus melibatkan Kementerian Pertanian (Kementan).

Anggota Komisi IV DPR Ono Surono mengatakan Kementan harus diajak berdiskusi dan jangan sampai tidak dilibatkan.

Kementan harus dilibatkan karena memiliki analisis terkait dengan lahan rawa atau gambut yang ada di Kalimantan apakah bisa ditanami oleh padi atau tanaman pangan lainnya.

Menurut dia, Presiden Jokowi juga pasti punya penilaian terhadap kinerja para menterinya. Ia berharap Kementerian yang terlibat dalam pembangunan Food Estate bisa saling berkoordinasi, agar pengembangan food estate ini bisa terealisasi dengan baik.

Di kesempatan terpisah, Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi menilai, Menteri Pertanian dan Kementerian Pertanian memang harus dilibatkan dalam pengembangan Food Estate karena merupakan core business-nya.

Soal stok beras, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pun sudah memikirkan dengan matang, jika pandemi berlanjut dan stok menipis, Kementan pun sudah siap dengan rencana.

“Mentan juga harus bisa menjaga ketahanan pangan dengan mencari sumber lain agar tak terjadi kelangkaan dan kenaikan harga bahan pangan,” ujar dia kepada Investor Daily, di Jakarta, Sabtu (4/7).

Di saat pandemi, impor itu bukan barang haram untuk ketahanan pangan. Justru bagus kalau bisa impor tetapi dibatasi.

Syahrul Yasin Limpo
Syahrul Yasin Limpo

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Limpo mengatakan bakal mempercepat musim panen. Dia ingin membuat produksi beras surplus. Kementan akan menyiapkan 7,4 juta hektare lahan sawah yang tersedia untuk mendukung percepatan musim panen.

Dia melanjutkan, saat ini stok beras dalam negeri yang masih tersedia per Juni 2020 sebanyak 7,49 juta ton.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN