Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi pemberian pakan ikan dan udang (istimewa)

Ilustrasi pemberian pakan ikan dan udang (istimewa)

Edhy Prabowo Dorong Optimalisasi Budidaya Udang

Ridho Syukra, Senin, 11 November 2019 | 18:25 WIB

JAKARTA, investor.id - Untuk memenuhi amanat Presiden Joko Widodo yang menginginkan perbaikan komunikasi antara pemerintah dan nelayan, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo menerima audiensi perwakilan Shrimp Club Indonesia (SCI), Petambak Muda Indonesia (PMI), serta Asosiasi Pengusaha Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan Indonesia di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 8 November lalu.

Edhy Prabowo didampingi oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto.

Ketua Umum SCI Iwan Sutanto mengatakan budidaya udang di Indonesia menghadapi kendala penyakit akibatnya banyak pembudidaya yang gagal panen.

Indonesia cukup beruntung tidak terkena wabah Early Mortality Syndrom yang terjadi di negara lain seperti Tiongkok, akibat wabah tersebut, produksi udang Tiongkok berkurang hingga 1 juta ton per tahun.

Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Indonesia Maju Edhy Prabowo. Foto: youtube
Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Indonesia Maju Edhy Prabowo. Foto: youtube

Untuk mencegah penyakit serupa masuk ke Indonesia, pelaku usaha budidaya berharap agar KKP mengeluarkan peraturan peraturan terkait pencegahan penyakit dan melanjutkan task force yang tengah dilakukan bersama dengan stakeholders perudangan nasional.

Ia menilai selama ini, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dinilai telah banyak membantu persoalan yang dihadapi para pelaku usaha.

Selain itu, budidaya udang Indonesia harus didorong karena udang merupakan salah satu komoditas perikanan budidaya andalan utama Indonesia, karena 60% dari ekspor udang Indonesia adalah udang hasil budidaya.

Pihaknya juga mengalami sedikit kesulitan dalam perizinan budidaya udang akibat kurangnya harmonisasi kebijakan pusat dan daerah, pada tahun 2019 ini terdapat 7 perusahaan tambak udang intensif ditutup di Kabupaten Pesisir Selatan Lampung.

Ketua Asosiasi Pengusaha Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan Indonesia Budhi Wibowo mengatakan bahwa Udang merupakan komoditas dengan potensi perdagangan ekspor yang cukup besar.

Ekspor udang Indonesia kurang lebih US$ 1,8 miliar per tahun dengan jumlah lebih dari 300-350 ribu ton.

Pihaknya mengolah udang dari pembudidaya udang sebesar kurang lebih 350 ribu ton padahal kapasitas mesin yang dimiliki sebesar 550 ribu ton.

Menjawab semua harapan dan masukan pelaku usaha, Edhy mengatakan bahwa sektor budidaya memang akan menjadi prioritas.

Ia juga meminta kepada pelaku usaha tambak intensif untuk memberikan pembinaan terhadap pembudidaya tradisional.

“Tambak tradisional hanya 1 ton per tahun yang dihasilkan dan harus diberikan pembinaan,” ujar dia dalam keterangan resminya yang diterima Investor Daily, di Jakarta, Senin (11/11).

Ketua PMI Rizky Darmawan mengatakan pihaknya siap membantu meningkatkan teknologi budidaya pada tambak tradisional.

Sebenarnya tidak ada masalah pada kualitas udang hasil petambak tradisional namun harga kurang bisa bersaing di pasar internasional dan perlu ada promosi lebih.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA