Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Edhy Prabowo telah melakukan audiensi dengan beberapa kelompok pelaku usaha kelautan dan perikanan. Foto: IST

Edhy Prabowo telah melakukan audiensi dengan beberapa kelompok pelaku usaha kelautan dan perikanan. Foto: IST

Edhy Prabowo Panen 50 Ribu Ekor Benih Ikan Nila

Ridho Syukra, Minggu, 8 Desember 2019 | 12:06 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo melakukan panen 50 ribu ekor benih ikan nila merah di Balai Perbenihan dan Budidaya Ikan Air Tawar (PBIAT) Ngrajek, Kecamaten Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (6/12/2019).

Balai PBIAT Ngrajek merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) daerah yang dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah.

Ikan Lele, Patin, Tawes, Grascarp dan Karper menjadi komoditas benih ikan unggulan yang diproduksi. Sepanjang tahun 2014-208, Balai PBIAT Ngrajek telah berhasil memproduksi lebih dari 15 juta ekor benih.

budidaya ikan patin
budidaya ikan patin

Sedangkan pada tahun 2019 (Januari-November), produksi benih ikan telah mencapai 1,2 juta ekor. Panen 50 ribu ekor benih dibeli langsung oleh 3 Unit Pembenihan Rakyat (UPR) setempat yaitu UPR Lestari, UPR Mina Sentosa dan UPR Ngudi Makmur.

Selain melakukan penyediaan benih dan calon induk ikan unggul, Balai PBIAT Ngrajek juga melaksanakan pencegahan dan penanggulangan hama serta penyakit ikan. Di samping itu penebaran benih ikan di perairan umum juga menjadi tugas dari balai ini.

Tidak ketinggalan pembinaan teknis dan pelaksanaan perbenihan dan budidaya ikan yang baik serta ramah lingkungan kepada masyarakat juga menjadi tugas pokok dari balai ini.

Untuk mengatasi tingginya harga pakan, Edhy akan memberikan bantuan mesin pembuat pakan ikan modern kepada balai PBIAT Ngrajek, hadirnya mesin yang disertai dengan pelatihan diharapkan dapat memberikan pelajaran kepada masyarakat setempat tentang tata cara membuat pakan ikan yang berkualitas baik.

“Kami juga akan bantu setiap kelompok kelompok pembudidaya ikan melalui pakan ikan mandiri untuk mengatasi permasalahan pakan ikan mahal,” ujar dia dalam keterangan persnya yang diterima Investor Daily di Jakarta, Minggu (8/12).

Pakan ikan mandiri merupakan alternatif bagi para pembudidaya perikanan untuk mengurangi ketergantungan pada pakan industri.

Selama beberapa tahun terakhir ini, KKP terus memberikan bantuan pakan mandiri kepada sejumlah pembudidaya dan akan terus dilakukan ke depannya untuk mengoptimalkan produksi sektor budidaya yang menjadi salah satu prioritas KKP selama periode 2019-2024.

Edhy mengatakan KKP juga akan menjalin komunikasi dengan pengusaha pembuat pakan untuk mencari solusi terhadap tingginya harga pakan.

Untuk menjaring informasi yang efektif dengan stakeholder kelautan dan perikanan, KKP juga akan kembali menghidupkan  komisi komisi yang pernah terbentuk seperti Komisi Tuna.

Hingga saat ini, KKP sendiri telah memproduksi sekitar 7 juta ton bibit ikan per tahunnya dan akan terus berupaya untuk mendorong angka ini ke depannya.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto mengatakan salah satu masalah utama yang mengemuka di hampir seluruh Kabupaten di Jawa Tengah adalah ketersediaan induk unggul, khususnya untuk komoditas ikan air tawar seperti gurame, nila dan lele.

Menjawab tantangan tersebut, KKP akan mendorong pemuliaan induk unggul ikan air tawar untuk mendukung ketersediaan benih berkualitas sekaligus ketersediaan induk bagi masyarakat.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA