Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Benih Lobster. Foto: dok. KKP

Benih Lobster. Foto: dok. KKP

Edhy Prabowo Rampungkan Revisi Permen 56/2016 tentang Larangan Lobster

Ridho Syukra, Senin, 24 Februari 2020 | 21:00 WIB

JAKARTA, investor.id - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo telah merampungkan revisi Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan Lobster, Kepiting, Rajungan dari Indonesia.

Saat ini, draft peraturan tersebut harus dilaporkan ke Presiden Joko Widodo. Jika Presiden menyetujui, langkah selanjutnya masuk ke dalam tahapan finalisasi.
Menurut Rencana draft revisi akan disampaikan kepada Presiden Jokowi pada Maret mendatang.

“Saya akan menemui Presiden pada Maret untuk menyampaikan revisi draft larangan penangkapan lobster termasuk poin poin turunannya,” ujar dia ketika ditemui di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24//2).

Edhy Prabowo telah melakukan audiensi dengan beberapa kelompok pelaku usaha kelautan dan perikanan. Foto: IST
Edhy Prabowo telah melakukan audiensi dengan beberapa kelompok pelaku usaha kelautan dan perikanan. Foto: IST


Salah satu poin penting dalam draft adalah mengenai ekspor benih lobster, namun ia belum mau menceritakan secara detail, apakah benih lobster boleh diekspor kembali atau dilarang.

Edhy mengatakan pihaknya siap mengumumkan jika waktunya sudah pas dan disetujui semua pihak termasuk pengusaha.

Pro dan kontra terkait, Permen Nomor 56 Tahun 2016 tidak pernah berhenti, Permen tersebut dirancang Susi Pudjiastuti ketika menjabat sebagai Menteri KKP.

Susi mengeluarkan aturan bahwa benih lobster harus dijaga dan tidak boleh diekspor untuk meningkatkan daya saing perikanan dan kelautan.

Pasca Susi berhenti menjabat, isu mengenai benih lobster boleh diekspor kembali muncul ketika Edhy Prabowo menjabat Menteri KKP yang baru.

Edhy menilai Permen 56 Tahun 2016 merugikan nelayan dan mereka tidak bisa mencari keuntungan.
Bahkan ketika Permen tersebut dibuat, banyak penyelundupan benih lobster yang terjadi di daerah.

Ia mengatakan semua kebijakan yang ada di KKP sudah dibuat berdasarkan pertimbangan dan masukan untuk kebaikan bersama.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN