Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro

Ekonom: BI Masih Miliki Ruang Turunkan Suku Bunga Acuan

Kamis, 24 September 2020 | 21:22 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, hingga akhir tahun Bank Indonesia (BI) masih memilki ruang untuk menurunkan suku bunga acuannya. Hal ini diperkirakan berdasarkan kondisi inflasi yang terjaga dan neraca perdagangan yang surplus.

Catatan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada Agustus 2020 terjadi deflasi sebesar 0,05%. Sedangkan neraca perdagangan mengalami surplus US$ 2,33 miliar.

“BI masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin. Perkiraan kami suku bunga acuan dapat berada di angka 3,75% di tahun ini, bahkan bisa berlanjut hingga tahun 2021,” ucap Andry kepada awak media dalam media gathering secara virtual pada Kamis (24/9).

Apalagi pemerintah juga sedang berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sedang terkontraksi karena terdampak pandemi Covid-19. Saat suku bunga diturunkan pertumbuhan ekonomi bisa didorong lebih tinggi.

Andry menuturkan inflasi diperkirakan akan berada di kisaran 1,95% sepanjang keseluruhan tahun 2020. Begitu juga dengan defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) yang akan berada di angka 1,5% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“CAD yang rendah karena memang diperkirakan neraca perdagangan akan mengalami surplus hingga akhir tahun,” ucapnya.

Sebelumnya dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 16 sampai 17 September 2020 diputuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 4,00%. Suku bunga Deposit Facility sebesar 3,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,75%.

Keputusan ini mempertimbangkan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, di tengah inflasi yang diprakirakan tetap rendah. Untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19. 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN