Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kekuatan jaringan BRI, Pegadaian dan PNM

Kekuatan jaringan BRI, Pegadaian dan PNM

Ekonom: Holding Ultra Mikro Hadirkan Ekosistem Pembiayaan Lebih Kompetitif

Rabu, 28 Juli 2021 | 13:01 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id  – Pengamat ekonomi dan perbankan Ryan Kiryanto mengungkapkan, kehadiran Holding Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian (Persero),  dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero)  akan menciptakan  ekosistem pembiayaan lebih kompetitif.

“Langkah strategis pemerintah membentuk holding ultra mikro akan mendongkrak potensi sumber pertumbuhan baru bagi ketiga perseroan di masa  datang,” kata Ryan melalui keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021).

Pengamat Ekonomi dan Perbankan
Pengamat Ekonomi dan Perbankan

Ia mengatakan, pelaku usaha di segmen ultra mikro saat ini membutuhkan dukungan yang masif dari pelaku industri jasa keuangan besar dan formal agar mampu bertahan di masa pandemi.

Di sisi lain BRI, Pegadaian dan PNM sebagai perusahaan pelat merah yang dikenal fokus pada pemberdayaan usaha masyarakat kecil membutuhkan sumber-sumber pertumbuhan baru.

Dengan demikian holding menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan. Selain itu  holding juga akan  memberi dukungan pembiayaan lebih murah bagi pelaku usaha UMi dan UMKM.

"Holding ini adalah rencana yang sangat bagus. Kalau saya melihat iklim kompetisi ini menjadi lebih baik," kata Ryan yang juga Staf Ahli Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada 22 Juli 2021, BRI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mendapatkan persetujuan melakukan aksi korporasi rights issue dengan mekanisme Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD). Aksi korporasi rights issue tersebut mendapat persetujuan dari mayoritas pemegang saham BRI.

Menurut  Ryan,  holding secara natural akan lebih masif meningkatkan pembiayaan ke segmen usaha ultra mikro. Pasalnya, holding mendapat penugasan dari pemerintah untuk meningkatkan porsi pembiayaan UMKM sekaligus mendorong inklusi keuangan.

Melalui BRI sebagai perusahaan induk holding yang memiliki modal dan likuiditas sangat kuat, akan mampu mendorong kinerja Pegadaian juga PNM lebih maksimal. Dan ketiga perseroan akan optimal dalam menggarap potensi sumber pertumbuhan baru.

Ia berharap, usaha ultra mikro akan naik kelas menjadi mikro, kecil maupun menengah. Peningkatan usaha itu, akan lebih kuat jika hadir ekosistem yang kuat dan mendukung. Pendanaan yang lebih luas dan integrasi bisnis ketiga perseroan pun membuat proses pendampingan terhadap pelaku usaha menjadi lebih baik.

Di sisi lain, Ryan  berpendapat hadirnya holding sekaligus mendorong pelaku jasa keuangan non holding agar lebih agresif dan kompetitif dalam memberi pelayanan pada pelaku usaha UMi dan UMKM ke depan.

Lembaga keuangan formal seperti BPR, koperasi, dan lembaga keuangan mikro lainnya akan terdorong kinerjanya. Ekspansi holding akan membuat pelaku jasa keuangan  lebih kompetitif dalam  memberikan pembiayaan dan pendampingan.

"Institusi-institusi  ini tetap berkompetisi secara adil. Karena peran BPR, koperasi, dan lembaga jasa keuangan lain tetap kuat  karena telah memiliki ekosistem dan kemampuan pemberdayaan sendiri yang kuat. Mereka akan lebih ekspansif dan adopsi digital," katanya.

Angkat Peran Koperasi

Senada dengan Ryan, pelaku ekonomi di sektor koperasi optimistis Holding Ultra Mikro akan mendongkrak perkembangan usaha di segmen mikro agar pulih dari dampak pandemi. Selain itu, langkah strategis dari pemerintah tersebut diyakini pula mampu mengangkat peran koperasi.

Ketua Umum Asosiasi Manajer Koperasi Indonesia (AMKI), Sularto menilai koperasi akan mampu berkolaborasi dengan Holding Ultra Mikro untuk pemberdayaan yang lebih besar di sektor usaha masyarakat kecil.

"Kalau kami justru berpendapat potensi kolaborasi itu lebih besar. Dan memang kolaborasi inilah yang kami harapkan. Bagaimana pun banyak kekuatan yang bisa digabungkan," kata Sularto optimistis.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, dari 62 juta unit usaha ultra mikro dan mikro, sekitar 30 juta di antaranya masih belum mampu mengakses pembiayaan formal baik dari perbankan, lembaga jasa keuangan non-bank, juga koperasi.

Pengamat Ekonomi Josua Pardede, dalam acara Zooming With Primus dengan tema Mencari Solusi Penanganan Pinjol Ilegal Live di Beritasatu TV, Kamis, 22 Juli 2021 di Jakarta. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Pengamat Ekonomi Josua Pardede, dalam acara Zooming With Primus dengan tema Mencari Solusi Penanganan Pinjol Ilegal Live di Beritasatu TV, Kamis, 22 Juli 2021 di Jakarta. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Sementara itu, ekonom PT Bank Permata Tbk, Josua Pardede mengatakan hadirnya holding UMi memberikan manfaat cukup besar bagi pelaku usaha kecil dan masing-masing perseroan. "Dengan konsolidasi ini, diharapkan pool of fund menjadi semakin besar, sehingga mendorong penurunan cost of fund dari pembiayaan UMKM. Menurunnya cost of fund kemudian akan mampu menekan bunga yang diberikan, sehingga para pelaku UMKM dapat memiliki pendanaan yang lebih murah," ujarnya.

Josua mengatakan,  konsolidasi ketiga BUMN tersebut akan mampu membuat ekosistem yang lebih terintegrasi sehingga akses layanan jasa keuangan lebih mudah. Dengan demikian, implikasinya sangat positif.

Sinergi ketiga perusahaan pemerintah itu, lanjutnya,  akan mendukung konsolidasi data debitur mikro secara nasional, sehingga masing-masing perseroan dapat menjaga risiko kredit. Di sisi lain, langkah strategis pemerintah ini dapat menumbuhkan usaha baru di segmen wong cilik.

"Data debitur lebih terintegrasi dan pengelolaan risiko kredit pun diharapkan akan tetap terjaga. Bahkan, dapat menangkap lebih banyak potensi pertumbuhan baru di segmen mikro," kata Josua.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN