Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov

Ekonom Indef: Pelonggaran PPKM Level 4 Sulit Diawasi

Senin, 26 Juli 2021 | 17:52 WIB
Herman

JAKARTA, investor.id   – Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov menilai adanya pelonggaran dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level empat di Jawa-Bali akan sulit diawasi, sehingga akhirnya kebijakan ini tidak efektif menekan kasus Covid-19.

Abra mencontohkan adanya pelonggaran untuk warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai dengan pukul 20.00, dan maksimum waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit.

“Pemerintah telah memberikan beberapa pelonggaran PPKM level empat, misalnya warteg dibolehkan makan di tempat, tetapi hanya 20 menit. Kebijakan ini kemudian memunculkan banyak meme, bagaimana mungkin hanya 20 menit? kemudian bagaimana pengawasannya? Ini seperti lelucon, tidak masuk akal karena implementasinya akan sulit. Bagaimana mengawasi ratusan ribu warteg untuk pengendalian kesehatan?,” kata Abra dalam acara diskusi yang digelar Indef, Senin (26/7/2021).

Dengan adanya beberapa pelonggaran, Abra juga mengkhawatirkan bakal adanya lonjakan kasus Covid-19. Sehingga pemulihan ekonomi pun menjadi semakin lama.

“Kalau kasus masih tinggi dan ada sedikit pelonggaran, ini juga punya risiko akan ada lonjakan (kasus) seminggu dua minggu ke depan. Sehingga potensi kontraksi pertumbuhan ekonomi di kuartal III -2021 juga cukup besar,” kata Abra.

Pemerintah Indonesia sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi di 2021 akan mencapai 3,7% sampai 4,5%. Namun dengan tren kasus Covid-19 yang belum terkendali, menurut Abra target tersebut bisa saja meleset. Apalagi berbagai lembaga internasional sudah beberapa kali merevisi target pertumbuhan ekonomi Indonesia.

 

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : BeritaSatu.com

BAGIKAN