Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden terpilih  Amerika Serikat (AS) Joe Biden. ( Foto: ANGELA WEISS / AFP )

Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden. ( Foto: ANGELA WEISS / AFP )

Ekonom: Kemenangan Biden Turut Dorong Capital Inflow ke Indonesia

Minggu, 22 November 2020 | 17:15 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Pengamat Ekonomi Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan RI Eric Alexander Sugandi mengatakan kemenangan Joe Biden dalam pemilihan umum Presiden Amerika Serikat (AS) turut mempengaruhi meningkatnya aliran modal asing yang masuk (capital inflow) di negara berkembang termasuk Indonesia. 

Selain itu proses pemulihan ekonomi di berbagai negara juga membuat banyak negara mengalami peningkatan perekonomian pada kuartal III ini pasca kontraksi yang terjadi pada semester I-2020

“Hal-hal ini meningkatkan risk appetite dari investor portofolio global untuk membeli aset di negara berkembang,” ucap Eric saat dihubungi, Minggu (22/11).

Catatan Bank Indonesia (BI) menunjukkan pada 16 sampai 19 November 2020 atau minggu ke-3 November, aliran modal asing neto masuk ke pasar keuangan domestik mencapai Rp 8,53 triliun. Ini melanjutkan tren kenaikan beberapa pekan sebelumnya yaitu Rp 3,81 triliun pada minggu pertama November dan Rp 7,18 triliun pada minggu ke-2 November.

Eric Sugandi. Sumber: BSTV
Eric Sugandi. Sumber: BSTV

Ia mengatakakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai memasuki trend positif. Pada kuartal tiga ini pertumbuhan ekonomi sebesar -3,49% setelah sebelumnya di angka -5,32% pada kuartal dua. Bila dilihat dari tren per kuartal terjadi pertumbuhan 5,05%.

“Pada saat yang sama  yield surat berharga negara relatif menarik untuk investor asing, dan return dari bursa saham juga relatif menarik,” ucap Eric.

Menurutnya tren peningkatan capital inflow ini akan terus berlanjut bahkan bisa sampai tahun 2021, sejalan dengan pemulihan ekonomi global. Namun hal ini juga tidak terlepas terjadinya capital outflows. Sebab pasar finansial sifatnya dinamis dan cepat dipengaruhi berbagai isu global dan domestik. Penguatan portofolio dari capital inflows ini  juga memperkuat nilai tukar rupiah. Penguatan rupiah secara persisten akan membantu mengendalikan imported inflation.

“Meskipun penguatan mata uang suatu negara bisa menurunkan daya saing produk ekspornya.  Namun secara empiris dampak penguatan rupiah terhadap daya saing produk-produk ekspor Indonesia tidak terlalu besar,” ucapnya.   

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN