Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi ekonomi. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi ekonomi. (Foto: Pixabay)

Ekonomi Dunia Bergejolak, Kinerja APBN Masih Baik-baik Saja

Minggu, 27 Nov 2022 | 11:47 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id- Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu menegaskan, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Oktober 2022 masih sangat baik, meskipun tak terlepas dari tantangan dan dinamika gejolak perekonomian dunia. Kinerja ekonomi yang makin kuat turut tercermin dari pertumbuhan ekonomi kuartal I hingga III yang konsisten tumbuh di atas 5%.

Baca juga: Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global, Bagaimana Peluang Investasi Tahun Depan?

“APBN kita relatif sangat baik. APBN kita tak terlepas dari dinamika perekonomian dunia yang sedang berjalan, tapi pertumbuhan ekonomi kita sudah 4 kuartal berturut di atas 5%, bahkan di kuartal III justru makin kuat 5,72% (yoy). APBN dipengaruhi performance perekonomian kita,” tuturnya dalam siaran virtual, Sabtu (26/11/2022).

Ia menjelaskan, belanja pemerintah juga masih cukup besar, terutama untuk pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, dan infrastruktur yang tumbuh cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang tengah berjalan agar tetap berkelanjutan.

Advertisement

Baca juga: BI Proyeksi Inflasi November Capai 5,5%.

Tak hanya itu, pemerintah juga berhasil menjaga tingkat inflasi tetap terkendali, meski di tengah gejolak global mulai dari disrupsi rantai pasok yang memicu kenaikan harga energi dan pangan.

Inflasi Indonesia tercatat lebih baik dibandingkan negara lainnya. Berdasarkan data BPS, inflasi Oktober tercatat 5,71% (yoy) atau lebih baik dibandingkan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 5,95% (yoy).

Untuk tahun ini, APBN tetap diposisikan sebagai peredam gejolak atau shock absorber, mengingat harga komoditas seperti pangan, energi masih cukup tinggi dan volatil. Kerja keras APBN sebagai shock absorber, kata Febrio, telah menunjukkan hasil nyata yang tercermin dari penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

Baca juga: Sebagian Pejabat Fed Setuju Laju Suku Bunga Bisa Segera Melambat

Menurut Febrio, pencapaian kinerja ekonomi yang baik, tidak lepas dari kerja keras seluruh komponen pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Bagaimana kita di tengah harga dan inflasi yang tinggi di seluruh dunia kita masih jaga inflasi cukup rendah terakhir turun lagi selalu di bawah 6%, ini akan kami jaga ke depan. Sehingga posisi APBN kami dorong shock absorber dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi berkualitas dengan terus turunnya angka kemiskinan dan pengangguran,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com