Menu
Sign in
@ Contact
Search
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo

Ekonomi Global Memburuk di 2023, AS dan Eropa Resesi

Senin, 21 Nov 2022 | 21:14 WIB
Triyan Pangastuti (redaksi@investor.id)

JAKARTA, ID - Bank Indonesia (BI) memprediksi kinerja ekonomi global memburuk pada 2023. Bahkan, dua kekuatan ekonomi dunia, Eropa dan Amerika Serikat (AS), akan masuk jurang resesi tahun depan.

Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan, dalam skenario terburuk, pertumbuhan ekonomi global tahun depan hanya 2% (year on year/yoy). Hal ini tidak terlepas dari tekanan inflasi, agresifnya kebijakan moneter di negara maju, dan berlanjutnya ketidakpastian global pasar keuangan.

"Pertumbuhan ekonomi dunia pada 2022 diperkirakan 3% dan pada 2023 melambat menjadi 2,6%. Namun, dalam skenario terburuk, pertumbuhan ekonomi dunia hanya 2%," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (21/11).

Menurut dia, risiko perlambatan ekonomi berpotensi dialami sejumlah negara. Bahkan, AS dan Eropa bisa resesi, dengan kemungkinan 60%.

Advertisement

Lebih lanjut, kata dia, musim dingin pada tahun ini diperkirakan belum yang terburuk. Puncaknuya terjadi pada 2023, karena tensi geopolitik yang masih berlanjut. Alhasil, ketegangan ini akan semakin berimplikasi pada gangguan rantai pasok global. Gangguan rantai pasok telah memicu lonjakan harga energi dan pangan, sehingga turut mendorong peningkatan inflasi di berbagai negara dan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.

"Kondisi global tahun ini dan tahun ke depan itu masih terus bergejolak. Kita tidak tahu kapan selesainya perang Rusia dan Ukraina. Juga perang dagang antara AS dan Tiongkok juga memanas, termasuk juga geopolitik di Taiwan," kata Perry.

Dia menjelaskan, Tiongkok juga diperkirakan memperpanjang kebijakan zero Covid-19 dengan penguncian wilayah atau lock down di negaranya hingga 1,5 tahun ke depan. Hal ini memiliki implikasi yang mempengaruhi ekonomi global ke depan, mengingat Tiongkok memiliki peran penting sebagai rantai pasok perdagangan global.

"Ini kondisi global yang berpengaruh terhadap ekonomi di Indonesia dan seluruh dunia, tentu saja itu juga berpengaruh dari tingginya harga energi dan lain-lain," jelas Perry. 

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com