Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid. Foto: Investor Daily/Primus Dorimulu

Ekonomi RI Resilient, Asing Antusias Investasi

Minggu, 26 Juni 2022 | 15:54 WIB
Novy Lumanauw (novy@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Meskipun perekonomian saat ini masih dalam masa pemulihan, Indonesia termasuk negara yang cukup resilient dalam menghadapi kondisi, termasuk tekanan dari eksternal. Terbukti, defisit Indonesia selalu berada di bawah 3% dari PDB dan utang negara di bawah 30% dari PDB.

Perekonomian Indonesia pada tiga bulan pertama tahun ini juga tumbuh 5,01% secara tahunan (yoy), dimana lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara besar lainnya, seperti Tiongkok yang sebesar 4,8%, Amerika Serikat 4,29%, Jerman 4%, Singapura 3,4%, dan Korea Selatan 3,07%.

Advertisement

Tak hanya itu, neraca berjalan Indonesia konsisten mengalami surplus pada 2022. International Monetary Fund (IMF) memprediksi surplus Indonesia dapat mencapai 3% dari PDB.

Baca juga: Kuartal II-2022, Pertumbuhan Ekonomi Berkisar 4,8% hingga 5,3% 

Realisasi investasi Indonesia pada tahun 2021 juga tumbuh 9% dibandingkan tahun 2020, yaitu mencapai Rp 901,02 triliun, dimana angka tersebut di atas target yang dicanangkan Presiden Joko Widodo yaitu Rp 900 triliun.

Dunia usaha pun optimistis perekonomian Indonesia akan terus tumbuh, meskipun di tengah ancaman krisis, inflasi tinggi, hingga naiknya harga pangan dan energi.

Perekonomian Indonesia juga diprediksi masih akan tumbuh 5,1% tahun ini atau meningkat dari 3,7% pada 2021. Indonesia dianggap mampu lepas dari dampak resesi global karena kinerja ekspor komoditas yang cemerlang.

Meski demikian, menurut Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid, perlu adanya stabilitas. Melalui Presidensi B20/roadshow B20, Kadin mempromosikan peluang usaha di Indonesia kepada investor-investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.

Baca juga: Perbaikan Ekonomi Berlanjut Berkat Kinerja Ekspor

“Melihat antusiasme yang positif, ini menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Kita harus memanfaatkannya sebaik mungkin karena kesempatan tidak akan datang dua kali,” kata Arsjad kepada Investor Daily.

Kadin sebagai mitra strategis pemerintah, bersama seluruh pelaku usaha Indonesia, akan bersatu untuk mengahadapi kondisi ekonomi demi menyejahterakan masyarakat Indonesia.

Lebih lanjut dia mengatakan, Kadin juga mendorong para pelaku UMKM untuk go digital dengan membuat workshop atau pelatihan. Kadin juga telah banyak melakukan koordinasi dalam pengembangan e-katalog demi memajukan pelaku usaha lokal dengan mengajak mereka untuk onboarding ke dalam sistem katalog elektronik, sebagai upaya mendukung program pengurangan impor paling lambat hingga 2023 sampai dengan 5%.

“Hal ini dikarenakan dengan memperbanyak produksi produk lokal, dapat memperluas lapangan pekerjaan sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia,” ujar Arsjad.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN