Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menkeu Sri Mulyani. Sumber: BSTV

Menkeu Sri Mulyani. Sumber: BSTV

Ekonomi Syariah Berpotensi Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 12:47 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

 

JAKARTA, investor.id - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ekonomi syariah  dipandang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang baru. Ekonomi syariah dinilai  mampu menjawab berbagai tantangan di dalam dinamika perekonomian nasional. Ekonomi syariah harus dijalankan dengan nilai nilai yang diyakini di masyarakat.

“Keunikan yang dimiliki sistem ekonomi syariah terletak pada nilai-nilai yang sejalan dengan kearifan lokal masyarakat Indonesia antara lain kejujuran, keadilan, tolong-menolong, professional, serta keberpihakan pada kelompok lemah diyakini dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” ucap Sri Mulyani dalam seminar daring bertajuk “Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal Dunia” yang berlangsung pada Sabtu (24/10).

Dengan adanya kesamaan nilai antara ekonomi syariah dan kearifan lokal diharapkan sistem ekonomi syariah dapat dijalankan secara menyeluruh. Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan meskipun Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia harus diakui bahwa peran dan kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional masih belum optimal. Oleh karena itu pemerintah membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo.  KNEKS juga bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kerjasama dimulai dengan penandatanganan nota kesepahamana antara KNEKS dan MUI tentang pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

“Kesepahaman ini diharapkan dapat mengembangkan dan menggali potensi perekonomian syariah di Indonesia di dalam upaya terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan,” tutur Sri Mulyani.

Menteri Keuangan juga mengatakan bahwa kondisi   perekonomian domestik masih sangat tertekan. Meskipun beberapa indikator sudah mulai menunjukan tanda pemulihan. Namun dampak penurunan outlook dari perekonomian Indonesia akibat covid ini akan terus diminimalkan melalui berbagai instrumen instrumen kebijakan pemerintah. 

“Kita akan berupaya agar momentum pemulihan akan berjalan pada tahun 2021 sehingga ekonomi kembali tumbuh positif  dalam rangka memperbaiki kesejahteraan masyarakat kembali dan mengurangi kemiskinan serta ketimpangan,” pungkas Sri Mulyani.

Editor : Komang (komang_99@yahoo.com )

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN