Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: IST

Ekosistem Hukum dan Perpajakan Daya Tarik Investor Asing untuk Investasi di Indonesia

Jumat, 20 November 2020 | 09:17 WIB
Arnoldus Kristianus (arnoldus.kristianus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id  - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ekosistem hukum dan  peraturan serta  perpajakan merupakan daya tarik utama bagi investor untuk memulai investasi di suatu negara. Oleh karena itu pemerintah memasukkan kluster perpajakan dalam Undang Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Saat jumlah investasi meningkat maka akan berdampak baik untuk pertumbuhan ekonomi.

“Kemudahan berusaha di bidang perpajakan sangat menentukan daya tarik investor untuk menanamkan modal.Inilah  yang  coba untuk dicapture dalam  UU Cipta Kerja bidang perpajakan,” ucap Sri Mulyani dalam diskusi bertajuk “Serap Aspirasi Implementasi Undang Undang Cipta Kerja Sektor Perpajakan” yang berlangsung Kamis (19/11).

Ia mengatakan, Indonesia tidak boleh kalah bersaing dengan negara lain. Berbagai survei menunjukkan bahwa negara yang memiliki permasalahan dalam regulasi merupakan negara negara yang akan mendapatkan investasi langsung asing atau Foreign Direct Investment (FDI) yang paling kecil. Pentingnya perpajakan tidak hanya mempengaruhi minat investor asing namun juga perusahaan dalam negeri dan masyarakat kelas menengah. Oleh karena pemerintah terus memperkuat fundamental ekonomi Indonesia agar dapat meningkatkan jumlah investasi.

Menurut dia, dari sisi substansi perpajakan pemerintah harus melakukan reformasi UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP), UU Pajak Penghasilan (PPh), dan UU Pajak Pertamabahan Nilai (PPN).   Reformasi tidak hanya untuk kemudahan berusaha tetapi juga untuk tren global. Apalagi saat ini tren perekonomian juga mulai mengarah ke digital. Di sinilah perlu upaya ekstra agar bisa mengumpulkan penerimaan pajak dari setkor digital.

“Kita perlu untuk meyakinkan, untuk menjaga hak perpajakan Indonesia dan tidak terjadi erosi perpajakan karena orang bisa melakukan tax avoidance dan allowance. Di sisi lain kita juga perlu untuk membuat daya tarik Indonesia di bidang perpajakan yang kompetitif,” ucapnya.

Ekstensifikasi Pajak

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Suryadi Sasmita mengatakan dengan adanya kluster perpajakan di UU Cipta Kerja diharapkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) lebih aktif melakukan ekstensifikasi  wajib pajak. Dengan sejumlah dan kemudahan insentif pajak yang diberikan melalui regulasi ini diharapkan  meningkatkan kepatuhan wajib pajak.

“Dengan adanya kemudahan di bidang perpajakan kami harapkan agar tax ratio naik dan  kesan berburu di  kebun binatang hilang,” ucap Suryadi dalam kesempatan yang sama.

Ia mengatakan DJP harus melakukan sosialisasi ke masif ke wajib pajak. Sebab Ia melihat banyak pihak yang mengetahui tentang regulasi pajak yang ada. Penyusunan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang kluster perpajakan ini juga harus melibatkan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait. Asosiasi pengusaha akan menjadi penghubung antara pengusaha dan menyampaikan hal tersebut ke pemerintah.

“Kadin dan Apindo siap bantu karena asosiasi-asosiasi sektoral ada di tempat kita. Kalau semua sektor udah masuk kan nggak ada alasan lagi karena semua sudah diajak,” ucapnya.

Suryadi mengatakan dalam PP yang ada diharapkan ada kejelasan dari regulasi yang berlaku.Sebab masih ada pemahaman berbeda dari regulasi yang dilakukan pemerintah. Ia juga mengharapkan adanya contoh yang jelas. Sehingga tidak ada penafsiran yang berbeda antara petugas pajak dengan wajib pajak.

“Kalau hanya penjelasan,  setiap orang punya penafsiran masing-masing. Saya memohon dengan sangat agar nanti ada contoh di samping penjelasan,” ucapnya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN