Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)

Enam Kunci Pulihkan Sektor Pariwisata

Jumat, 27 November 2020 | 13:57 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id) ,Eva Fitriani (eva_fitriani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id –  Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani membeberkan setidaknya ada enam faktor kunci yang dapat mempercepat pemulihan sektor pariwisata Indonesia. Pertama, meningkatkan kepercayaan (confidence) masyarakat untuk kembali berwisata, salah satunya dengan penerapan protokol kesehatan.

“Dalam hal ini, industri pariwisata telah memiliki panduan protokol kesehatan berbasis Cleanliness (Kebersihan), Healthy (Kesehatan),  Safety (Keamanan), dan_Environmental Sustainability (Keberlanjutan Lingkungan). Kan kami sudah mendapatkan dukungan dengan sertifikasi CHSE gratis dari pemerintah,” ujar dia dalam Webinar “Outlook Pariwisata 2021”,  yang diselenggarakan Berita Satu Media Holdings (BSMH), bekerja sama dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Hotel Tentrem, Kamis (26/11/2020).

Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings selaku moderator, Primus Dorimulu (kiri) bersama para pembicara: Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani, Direktur Utama PT Panorama Sentrawisata Tbk Budi Tirtawisata dan Direktur Layanan, Pengembangan Usaha dan Teknologi Informasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ade R Susardi dalam acara virtual conference Economic Outlook 2021 hari ketiga sesi pertama dengan tema Outlook Pariwisata 2021 live streaming di Beritasatu TV, Kamis (26/11/2020). Acara ini terselenggara atas kerjasama Berita Satu Media Holdings dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Hotel Tentrem. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR
Direktur Pemberitaan Beritasatu Media Holdings selaku moderator, Primus Dorimulu (kiri) bersama para pembicara: Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman, Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani, Direktur Utama PT Panorama Sentrawisata Tbk Budi Tirtawisata dan Direktur Layanan, Pengembangan Usaha dan Teknologi Informasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Ade R Susardi dalam acara virtual conference Economic Outlook 2021 hari ketiga sesi pertama dengan tema Outlook Pariwisata 2021 live streaming di Beritasatu TV, Kamis (26/11/2020). Acara ini terselenggara atas kerjasama Berita Satu Media Holdings dengan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Hotel Tentrem. Foto: Beritasatu Photo/Uthan AR

Webinar yang dimoderatori Direktur Pemberitaan BSMH Primus Dorimulu ini, juga menghadirkan pembicara Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan, Direktur Utama PT Panorama Sentrawisata Tbk Budijanto Tirtawisata, dan Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia Ade R Susardi.

Kedua, pemberian stimulus yang efektif untuk sektor pariwisata, dan sesegera mungkin mengeksekusi belanja pemerintah.

Jumlah kunjungan wisman dan devisa wisata beberapa negara
Jumlah kunjungan wisman dan devisa wisata beberapa negara

“Di pariwisata, stimulus yang efektif baru subsidi untuk karyawan. Tapi untuk subsidi bagi korporasinya belum. Pemerintah sudah menyediakan stimulus untuk industri pariwisata berupa hibah pariwisata senilai Rp 3,3 triliun, mudah-mudahan bisa secepatnya dieksekusi untuk 101 kabupten/ kota,” terang dia.

PHRI, menurut Hariyadi, juga telah mendapatkan kepastian relaksasi utang dari OJK yang diperpanjang hingga Maret 2022.

Ketiga, lanjut Hariyadi, pembuatan program_bundling_antara penerbangan dan hotel, yang diharapkan dapat lebih menarik masyarakat untuk berwisata.

“Untuk program ini, kami telah bekerja sama dengan Indonesia National Air Carriers Association (INACA) mulai Desember nanti,” ujar dia.

Okupansi hotel 2010-2020
Okupansi hotel 2010-2020

Keempat, kata Hariyadi, optimalisasi big data untuk mengkonsolidasi permintaan yang tersebar di internet. Dengan demikian, industri pariwisata akan lebih mudah merespons kebutuhan masyarakat.

Kelima, lanjut Hariyadi, penghentian kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), karena banyaknya ketidakkonsistenan dalam implementasinya di lapangan.

Jumlah kunjungan wisman dan devisa wisata Indonesia
Jumlah kunjungan wisman dan devisa wisata Indonesia

“Karena kadang yang konyol adalah, pemerintah daerah yang tidak konsisten. Jadi yang harusnya bisa dilepas, diawasi terus. Tapi masyarakat yang harusnya dikontrol, tapi justru dibiarkan. Sebaiknya PSBB dihentikan saja, sehingga kegiatan ekonomi bisa berjalan normal,” tutur dia.

Meski PSBB dihentikan, tegas Hariyadi, industri pariwisata tetap akan memberlakukan protokol kesehatan yang ketat untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. Keenam adalah menghentikan penyebaran berita palsu (hoax) tentang Covid-19. Dengan demikian, diharapkan tidak menimbulkan keresahan lebih besar di masyarakat. (hg)

Baca juga

https://investor.id/business/2021-kunjungan-wisman-diprediksi-1314-juta

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN