Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi  menyaksikan penandatanganan  Perjanjian Pendahuluan atau HoA (Head of Agreement) antara PT PP Energi  dan BUMD PT Flobamor

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi menyaksikan penandatanganan Perjanjian Pendahuluan atau HoA (Head of Agreement) antara PT PP Energi dan BUMD PT Flobamor

Energi Terbarukan Berbasis Masyarakat Layak Dikembangkan

Euis Rita Hartati, Kamis, 12 September 2019 | 20:44 WIB

JAKARTA, investor.id – Pemanfaatan energi terbarukan khususnya untuk kelistrikan yang berbasis masyarakat, seperti yang dikembangkan oleh PT PP Energi yang menggandeng BUMD PT Flobamor, sangat layak untuk dikembangkan, khususnya di wilayah kepulauan dengan konsep listrik stabil 24 jam tanpa memerlukan support dari pembangkit lainnya.

Program ini juga menjadi percontohan sinergi BUMN dengan BUMD melalui komitmen penyediaan dan penyerapan bahan bakar biomassa.

“Pengembangan infrastruktur tenaga listrik di daerah Atambua agar dapat dilakukan segera untuk menunjang pembangunan daerah tersebut. Selain itu, diharapkan agar BUMN dan BUMD dapat membuat skema kerja sama yang berkelanjutan agar dapat direplikasi di wilayah lain di NTT,” kata Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Josef Nae Soi saat menyaksikan penandatanganan Perjanjian Pendahuluan atau HoA (Head of Agreement) terkait komitmen dari Flobamor untuk menyuplai bahan bakar biomassa sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan berbasis masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

Penandatanganan perjanjian pendahuluan dilakukan pada Kamis (12/9) di Hotel Aston, Kupang, sebagai bagian dari rangkaian acara Focus Group Discussion (FGD) terkait program serupa. Dalam FGD tersebut, hadir sejumlah pejabat kementerian terkait, antara lain Direktur Bioenergi Kementerian ESDM, Direktur Pembangunan dan Pengembangan Sarana Prasarana kawasan transmigrasi Kemendes PDT, serta General Manager Perencanaan PLN Wilayah NTT.

FGD ini sendiri merupakan salah satu rangkaian dari kegiatan pra-studi kelayakan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) NTT yang didukung oleh Global Green Growth Institute (GGGI), sebuah lembaga antarpemerintah yang bernaung di bawah Kementerian PPN/Bappenas. Dalam program ini, GGGI memiliki misi untuk mendorong pertumbuhan hijau di Indonesia, antara lain melalui pengembangan energi terbarukan berbasis biomassa.

FGD ini bertujuan untuk mendengarkan kesiapan Pemerintah Provinsi NTT dan PLN Wilayah NTT dalam rangka pengembangan energi terbarukan, komitmen dan dukungan dari Pemerintah Pusat, serta pembahasan tahapan-tahapan untuk merealisasikan program tersebut.

Dalam program yang diusulkan, PT PP Energi selaku anak perusahaan BUMN yang bergerak di sektor energi akan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) berbasis masyarakat dengan kapasitas awal 5 MW melalui skema IPP. Konsep berbasis masyarakat ini diusung PP Energi dengan mempertimbangkan aspek bahan bakar biomassa yang diperoleh dari sumber lokal di sekitar lokasi pembangkit.

Transaksi bahan bakar biomassa antara IPP dan Flobamor tersebut akan berdampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekitar yang akan berperan menjadi penyedia sumber bahan baku. Melalui konsep ini, sinergi antara PLN, IPP, dan masyarakat lokal akan terjalin erat dan saling mendukung satu sama lain.

PLTBm sendiri akan didesain untuk dapat menyerap berbagai sumber bahan baku biomassa yang ada saat ini dan biomassa baru, antara lain tebangan kayu gamal, residu hutan, bambu, pangkasan perkebunan, serta biomassa lainnya yang termasuk kategori limbah/buangan.

“Kami menjanjikan suplai listrik yang berkemampuan load-follower, tidak intermittent karena cuaca dan iklim, serta dapat menyalurkan listrik stabil selama 24 jam untuk masyarakat NTT,” ujar Ario Setyawan, Direktur Utama PT PP Energi.

Kendati belum ada lokasi definitif, pengembangan PLTBm akan dilakukan di Kawasan Timor Tengah bagian Utara, sesuai arahan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDT). Hal tersebut diperkuat oleh Kementerian ESDM yang menjelaskan bahwa rasio elektrifikasi di daerah Timor Tengah masih rendah, sehingga upaya swasta untuk menyediakan listrik andal di daerah tersebut akan didukung oleh pemerintah, terutama karena daerah tersebut juga merupakan daerah perbatasan dengan Timor Leste, sehingga pengembangan listrik energi terbarukan di kawasan tersebut akan bernilai tinggi.

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN