Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 secara virtual, Kamis, 29 April 2021.

Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat 2021 secara virtual, Kamis, 29 April 2021.

Erick Berencana Bubarkan 7 BUMN Tahun ini

Rabu, 5 Mei 2021 | 13:39 WIB
Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan rencana pembubaran tujuh perusahaan pelat merah yang akan dilakukan pada 2021. Langkah ini diambil untuk memberikan kepastian, karena ketujuh BUMN itu tidak beroperasi sejak 2008 silam.

Erick mengatakan, untuk melakukan pembubaran tersebut, Kementerian BUMN melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero)/PPA akan melakukan asesmen terlebih dahulu. Sebab, selain pembubaran, opsi yang bisa dilakukan juga adalah sinergi dengan BUMN lainnya.

"Itu BUMN di bawah PPA yang dari 2008 mati beroperasi. Kami sebagai pimpinan akan zolim kalau dibiarkan tidak ada kepastian. BUMN yang sekarang pun dengan perubahan ini harus siap bersaing. Apalagi yang sudah kalah bersaing," kata Erick di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (4/5).

Bahkan, lajut dia, rencana pembubaran tersebut memang telah lama direncanakan. Pasalnya, pemerintah ingin mengambil langkah-langkah tepat, sekaligus memberikan kepastian bagi para pekerja di perusahaan BUMN tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, waktu pembubaran BUMN selambatnya akan dilakukan pada semester II-2021.

Nantinya, Kementerian BUMN bersama dengan PPA akan melakukan penilaian kembali mengenai BUMN mana yang akan dibubarkan. "Penilaian yang dilakukan tersebut, berdasarkan kepada aset, tenaga kerja dan operasional perusahaan, termasuk penyelesaian kewajiban," tutur dia.

Menurut dia, beberapa BUMN yang akan dibubarkan tersebut antara lain PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Glas (Persero), dan PT Kertas Leces (Persero).

Kartika juga menyinggung mengenai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) dimana perusahaan ini masih memiliki aset berupa fasilitas maintenance, repair and overhaul (MRO) di Surabaya sekaligus kewajiban yang masih harus diselesaikan.

Tetapi, menurut dia, hal ini masih memerlukan pengkajian dan pertimbangan. "Merpati masih perlu ada pengkajian. Ada pinjaman dan kreditur yang (penyelesaiannya) harus disiapkan. Perlu dikaji karena masih ada satu operasi di Jawa Timur," pungkas.

 

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN