Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir hadir dalam dalam acara Pidato Kebudayaan dan  Zulkifli  Hasan Award di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu (29/1/2022). Foto: BeritasatuPhoto/Ruht Semiono

Menteri BUMN Erick Thohir hadir dalam dalam acara Pidato Kebudayaan dan Zulkifli Hasan Award di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu (29/1/2022). Foto: BeritasatuPhoto/Ruht Semiono

Erick: Holding dan Subholding PLN akan Dibentuk Tahun Depan

Selasa, 10 Mei 2022 | 12:17 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana membentuk holding dan subholding PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN pada tahun 2023.

"Holding dan subholding PLN sendiri rencananya tahun ini akan virtual dulu, sebelum kami dorong benar-benar menjadi holding dan subholding pada tahun depan," ujar Erick Thohir di Jakarta Senin (9/5/2022)

Bahkan Kementerian BUMN, lanjut dia, sudah memetakan misalnya contoh bagaimana subholding PLN salah satunya ada Beyond Kwh, artinya lebih dari menjual listrik.

"Karena memang kabel-kabel yang sekarang dimiliki oleh PLN memiliki nilai tambah atau value added sendiri, yang kita bisa lakukan tentu membantu penetrasinya dalam digitalisasi," kata Menteri BUMN.

Lalu, pembangkit listrik atau powerplant di mana ke depan bukan berarti berdiri sendiri. Apalagi Indonesia merupakan negara yang kaya akan hydropower, sinar matahari, angin, dan panas bumi.

Banyak negara tetangga tidak memiliki kekayaan alam ini, sehingga sudah seyogyanya selain menjadi perusahaan yang berfondasi kuat dalam melayani pelayanan listrik di Indonesia, bukan tidak mungkin beberapa proyek hydropower PLN sudah dijual juga ke Malaysia. Namun ini menjadi konsolidasi yang terukur.

"Kenapa juga banyak negara melihat potensi energi terbarukan di Indonesia, ini salah satu yang kita mau sama-sama rajut tapi bukan berdiri sendiri. PLN sendiri tetap akan fokus pada transmisison dan juga return daripada listriknya secara baik, serta tentu ini kami dorong apakah namanya digitalisasi dalam pelayanan kepada masyarakat supaya tepat sasaran," kata Erick.

Menurut dia, holding dan subholding yang Kementerian BUMN lakukan di PLN sebenarnya mirip dengan Pertamina. Pertamina sekarang memiliki subholding-subholding yang sehat dan tidak saling tergantung.

Editor : Nasori (nasori@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN