Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir dalam Investor Daily Summit 2021 hari ke-3 pada Sesi 9: Menanti IPO Perusahaan Big Tech, Kamis (15/7/2021). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Menteri BUMN Erick Thohir dalam Investor Daily Summit 2021 hari ke-3 pada Sesi 9: Menanti IPO Perusahaan Big Tech, Kamis (15/7/2021). Foto: Investor Daily/David Gita Roza

Erick: Kinerja Badan Pangan Nasional Paling Ditunggu

Kamis, 16 September 2021 | 18:50 WIB
Ridho Syukra (ridho.syukra@beritasatumedia.com )

JAKARTA, investor.id -- Pemerintah telah memutuskan untuk membentuk Badan Pangan Nasional (BPN) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2021 tentang BPN. Kehadiran BPN diharapkan dapat menjawab semua permasalahan pangan di Tanah Air.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menyambut baik pembentukan BPN dan memberikan harapan baru bagi keberlangsungan pangan di Indonesia. Menurut dia, BPN merupakan salah satu badan yang paling ditunggu kinerjanya karena berkaitan dengan perut atau pangan dan BPN mengatur komoditas pangan prioritas.

Alhamdulillah Badan Pangan Nasional dibentuk Presiden dan badan ini paling ditunggu keberadaannya dan diharapkan dapat tercipta kemandirian pangan nasional,” ujar Erick dalam acara peluncuran Warung Pangan, di Jakarta, Kamis (16/9).

BPN akan menjadi kekuatan lain bagi holding BUMN pangan. Dua tugas utama yang menjadi fokus holding BUMN pangan yaitu stabilisator dan market driven. Stabilitas sendiri berhubungan dengan keberadaan dan harga pangan yang menjadi penugasan holding dari pemerintah dan market berhubungan dengan ekosistem pasar yang lebih kompetitif dan melibatkan pihak swasta.

Transformasi yang ada di pangan harus menjadi keharusan dan harus bisa menyeimbangkan berapa produksi dalam negeri dan berapa impor. PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI ditunjuk sebagai induk holding BUMN Pangan.

Direktur Utama PT RNI, Arief Prasetyo Adi mengatakan, pembentukan holding BUMN pangan memasuki tahap penggabungan beberapa klaster BUMN pangan di antaranya proses penggabungan PT Perikanan Indonesia dan PT Perikanan Nusantara, proses penggabungan antara PT Sang Hyang Seri dengan PT Pertani, dan penggabungan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dengan BGR Logistik.

Setelah semua proses merger atau penggabungan rampung, langkah selanjutnya adalah proses inbreng saham dengan ada satu kepala dan delapan anggota holding BUMN pangan dengan total aset mencapai Rp 28 triliun.

Saat ini, RNI juga bersiap melakukan ekspor 2 kontainer beras premium petani ke Arab Saudi namun ia tidak menyebutkan berapa nilainya.

Pembentukan Warung Pangan

Menteri BUMN Erick Thohir juga mengapresiasi langkah atau terobosan digital yang dilakukan BGR Logistics RNI Group dan PTPN karena membentuk aplikasi warung pangan.

Pembentukan ekosistem digital warung pangan ini sejalan dengan visi Kementerian BUMN untuk membangun UMKM, menciptakan lapangan pekerjaan dan lebih dekat dengan rakyat.

Keberadaan warung pangan juga bisa memperkuat ekosistem pangan nasional dan intinya lebih dekat dengan rakyat. Dengan adanya aplikasi ini maka rakyat bisa dengan mudah mendapatkan komoditas pangan di tengah pandemi.

Saat ini terdapat 47 ribu warung UMKM yang terdaftar di Warung Pangan yang terhubung dengan banyak puluhan supplier yang terdiri dari pengusaha UMKM, koperasi dan beberapa perusahaan.

Aplikasi Warung Pangan mempunyai fitur WP Fund yang bekerja sama dengan Bank Mandiri dan BRI untuk membantu permodalan mitra dalam mengembangkan usahanya.

Warung Pangan juga terhubung dengan Link Aja, Dana, Tanihub dan beberapa start up lainnya. BGR Logistics mempunyai fasilitas mobile cold storage yang bersifat portable dengan luas 5.000 meter persegi yang bisa meningkatkan kualitas pangan.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN